<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Error2succes's Weblog</title>
	<atom:link href="http://error2succes.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://error2succes.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 Aug 2008 10:55:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='error2succes.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Error2succes's Weblog</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://error2succes.wordpress.com/osd.xml" title="Error2succes&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://error2succes.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Ruhiyah dan Rupiah di Ramadhan Penuh Berkah</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com/2008/08/30/ruhiyah-dan-rupiah-di-ramadhan-penuh-berkah/</link>
		<comments>http://error2succes.wordpress.com/2008/08/30/ruhiyah-dan-rupiah-di-ramadhan-penuh-berkah/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Aug 2008 10:55:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VIQEN</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://error2succes.wordpress.com/?p=51</guid>
		<description><![CDATA[Meraih kemenangan? Itu yang kembali harus kita tanyakan pada Ramadhan ini. Karena bisa jadi skor sesungguhnya kita kalah 0-3. Ketika menjelang Ramadhan, seolah-olah menjadi kebiasaan atau budaya, maka harga-harga kebutuhan melambung tinggi. Sebenarnya, ketika hal itu menggerakkan ekonomi umat, maka itu semua tidak menjadi masalah. Artinya, setiap tahun dengan hadirnya Ramadhan semakin memperkuat posisi ekonomi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=51&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Meraih kemenangan? Itu yang kembali harus kita tanyakan pada Ramadhan ini. Karena bisa jadi skor sesungguhnya kita kalah 0-3. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Ketika menjelang Ramadhan, seolah-olah menjadi kebiasaan atau budaya, maka harga-harga kebutuhan melambung tinggi. Sebenarnya, ketika hal itu menggerakkan ekonomi umat, maka itu semua tidak menjadi masalah. Artinya, setiap tahun dengan hadirnya Ramadhan semakin memperkuat posisi ekonomi umat di tengah percaturan global. Sehingga dari tahun ke tahun masalah perekonomian umat Islam ini menjadi semakin membaik. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="FI"><span style="font-size:small;">Tapi ternyata kenyataannya tidak demikian. Kebanyakan umat Islam masih bergelimang himpitan kebutuhan ekonomi yang mendasar, produktifitas yang keteteran, dan penyakit mentalitas yang kronis. Dari tahun ke tahun perputaran ekonomi tidak menggiring umat secara keseluruhan kepada kondisi yang lebih baik dan mendudukannya kepada pondasi ekonomi yang kokoh. Harus kita akui, berkah Ramadhan dari sisi peningkatan rupiah lepas dari kita. Padahal Ramadhan itu original milik umat Islam. Bukankah itu menunjukkan kita kebobolan 0-1.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="FI"><span style="font-size:small;">Yang lebih mencengangkan adalah, ketika perputaran ekonomi yang sistematis tidak melibatkan umat Islam secara signifikan itu terjadi, malah konsumsinya meningkat berlipat-lipat. Hakikat puasa sebagai metode menahan hawa nafsu seolah-olah terbantahkan dengan arus konsumsi yang gila-gilaan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="FI"><span style="font-size:small;">Sekali lagi, ini tidak menjadi masalah ketika input yang spesial untuk menyambut bulan spesial ini melahirkan output yang spesial juga. Karena kita ingin ibadah habis-habisan maka kita siapkan asupan nutrisi yang lebih berkualitas. Sehingga diharapkan keimanan kita meningkat. Dan hasil akhirnya adalah semakin banyak orang Islam yang berIslam dengan baik, keshalehan umat ini semakin kental, penolakan kepada kemaksiatan semakin berbondong-bondong dan solid, dsb. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="FI"><span style="font-size:small;">Tapi ternyata kenyataannya tidak demikian. Sebagai suatu komunitas, kaum muslim ternyata didukung atas individu yang masih lemah keberagamaannya. Ketika dilakukan tes baca Al-Qur’an pada suatu sampel ternyata di atas 50% bermasalah. Jadi jangankan membentuk ruhiyah yang kental. Modal untuk memulai interaksi ke alam ruhiyahnya saja masih belum dimiliki. Sangat disayangkan, ditengah konsumsi untuk pemuasan duniawi digelontorkan sebagai berkah dari Ramadhan, kembali umat ini tidak bisa mengambil manfaat untuk meningkatkan ruhiyahnya. Padahal Ramadhan itu original milik umat Islam. Bukankah itu menunjukkan kita kebobolan 0-2.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;" lang="FI">Yang lebih menyedihkan lagi, ketika kita sudah kebobolan 0-2, ternyata kita sambut Ramadhan ini dengan penurunan kerja-kerja kita. </span><span style="font-family:Arial;" lang="SV">Rasanya seperti argumen yang benar ketika masuk bulan Ramadhan kita menghormatinya dengan mengurangi jam kerja. Masuk boleh agak siang dan pulang boleh agak lebih cepat. Namanya juga bulan Ramadhan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;" lang="SV">Kembali itu tidak menjadi masalah ketika kita menjadi lebih sibuk mencari ilmu dan menambah ’amal kebaikan. Tapi kenyataannya hanya menambah jam tidur, waktu istirahat, kesempatan berleha-leha, mencari cara untuk mengisi waktu biar tidak terasa puasanya, dsb. Maka yang muncul adalah budaya ngabuburit. Yang tema utamanya melakukan kegiatan yang bisa melupakan kalau kita lagi mengalami hal berat, yakni berpuasa. </span><span style="font-family:Arial;" lang="FI">Logikanya dimana, ketika kita harus menyambut kedatangan bulan mulia, tapi kemudian harus kita lupakan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Rasulullah sendiri menandai Ramadhan ini dengan kemenangan Badar. Sebuah kemenangan perang yang fenomenal. Artinya puncak aktifitas ada di sana. Badar sendiri dimulai dari motivasi penguasaan ekonomi yang diperluas menjadi penguasaan kebenaran atas kebathilan. Tentu saja kegemilangan seperti itu tidak bisa kita raih dengan mental kerja yang biasa atau bahkan diturunkan kadarnya. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Kebanyakan umat Islam masuk Ramadhan bagaikan tuan besar yang siap berleha-leha. Sementara pihak lain memasuki Ramadhan ini dengan kerja keras berlipat-lipat, dengan perhitungan bisnis yang ketat, dan dilakukan dengan penuh semangat. Kira-kira siapa yang akan lebih mendapatkan berkah Ramadhan, setidaknya bagi penguasaan alam semesta ini, bagi kepemilikan sumber daya alam dari Allah ini. Yang sebenarnya kaum musliminlah pewarisnya. Apakah kita sudah siap menjadi ahli waris? Padahal Ramadhan itu original milik umat Islam. Bukankah itu menunjukkan kita kebobolan 0-3.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Tidak ada yang sia-sia dari segenap penciptaan Allah. Semua hadir ketengah-tengah kita sebagai bentuk pembelajaran. Tinggal kita bertanya, apakah iman kita sanggup menerima ini sebagai pembinaan-Nya. Kita mulai dari tahun ini dengan menjadikan Ramadhan kali ini sebagai Ramadhan terbaik. Dimana dari tahun ke tahun kita bisa muncul menjadi pribadi yang semakin mandiri dan semakin merdeka. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="FI"><span style="font-size:small;">Caranya kita harus kerja keras. Hanya itu yang saat ini kita miliki. Waktu kita habiskan untuk meningkatkan ibadah langsung kepada Allah. Dan kita habiskan lagi untuk meningkatkan muamalah kita dalam pekerjaan atau perniagaan. Kalau perlu jangan terpikirkan untuk istirahat atau bahkan tidur. Biarkan kelelahan yang luar biasa saja yang menghantarkan kita menutup mata untuk tertidur. Sehingga tidur kita dinilai juga sebagai ibadah. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="FI"><span style="font-size:small;">Dan itulah sejarahnya tidur yang dinilai ibadah. Tidur atas kerja keras yang luar biasa. Kerja keras yang meningkatkan penguasaan ekonomi untuk kebaikan umat (berinfaq, shadaqah, dll). Kerja keras yang meningkatkan penghambaan kepada Allah dengan ibadah langsung ataupun ibadah muamalah di alam semesta ini. Kerja keras yang membentuk pribadi penuh energi vitalitas, kedahsyatan inovasi, ledakan potensi, efektifitas dan efisiensi yang tinggi, ilmu-ilmu yang mulia, dsb. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="SV"><span style="font-size:small;">Tidak ada yang hilang dari segenap perjuangan dan pengorbanan kita. Tidak ada yang terpisah dari ruhiyah dan rupiah untuk Ramadhan yang penuh berkah. Selamat menjadi generasi rabbani yang rrruarrr biaza!!!</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/error2succes.wordpress.com/51/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/error2succes.wordpress.com/51/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/error2succes.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/error2succes.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/error2succes.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/error2succes.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/error2succes.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/error2succes.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/error2succes.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/error2succes.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/error2succes.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/error2succes.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/error2succes.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/error2succes.wordpress.com/51/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/error2succes.wordpress.com/51/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/error2succes.wordpress.com/51/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=51&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://error2succes.wordpress.com/2008/08/30/ruhiyah-dan-rupiah-di-ramadhan-penuh-berkah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ff68ef46c0c5320582f21284538ef01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">VIQEN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>RESIKO BESAR, REZEKI BESAR</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com/2008/07/02/resiko-besar-rezeki-besar/</link>
		<comments>http://error2succes.wordpress.com/2008/07/02/resiko-besar-rezeki-besar/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 02 Jul 2008 04:14:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VIQEN</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARADIGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://error2succes.wordpress.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[Ketika kita diterima kerja, sebenarnya bukan akhir dari perjuangan. Tapi setelah itulah kapal mulai berlayar ke lautan lepas. Jadi mendapat pekerjaan bukan berarti melabuhkan kapal di dermaga. Kemudian boleh ”agak tenang” karena sudah punya jaminan penghasilan. Tapi saat itulah kita mulai mengayuh dayung. Mulai berhadapan dengan lautan resiko. Sekali lagi, kita mulai mengayuh dayung di [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=42&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ketika kita diterima kerja, sebenarnya bukan akhir dari perjuangan. Tapi setelah itulah kapal mulai berlayar ke lautan lepas. Jadi mendapat pekerjaan bukan berarti melabuhkan kapal di dermaga. Kemudian boleh ”agak tenang” karena sudah punya jaminan penghasilan. Tapi saat itulah kita mulai mengayuh dayung. Mulai berhadapan dengan lautan resiko.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sekali lagi, kita mulai mengayuh dayung di lautan lepas. Kalau kita tidak sanggup dan tidak bisa mengayuhnya, kita bisa tenggelam atau tersesat. Kalau kita lengah dan tidak bersungguh-sungguh, kita bisa dihantam gelombang air laut dan diterkam binatang laut yang buas. Kalau kita tidak memperhatikan dan memperjuangkan betul pekerjaan kita, kita bisa tidak terpakai dalam pekerjaan kita dan beresiko dapat PHK. Atau, bisa saja kita tetap bekerja tapi lambat laun perusahaan tempat kita bekerja menjadi semakin lemah dan akhirnya bangkrut, akibat lemahnya kontribusi kita. Itulah sebagian dari resiko.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ketika diterima bekerja, memang ada suasana psikologis yang membuat suatu ketenangan. Jaminan adanya penghasilan setiap bulan bisa membuat kita salah mensikapi ketenangan yang hadir. Lupa akan hakikat hidup yang tetap menyimpan resiko. Seolah-olah kita tinggal mengerjakan sesuatu dan kemudian pasti dapat penghasilan. Kadang-kadang kita tidak peduli apakah kita cukup berperan dalam memajukan perusahaan atau tidak. Atau bahkan, apakah kita cukup andil untuk sekedar mempertahankan perusahaan atau tidak. Atau malah kita cenderung membebani perusahaan dan membawa perusahaan kepada kondisi yang lebih buruk. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pemahaman ini harus dipegang betul oleh seorang pekerja. Bahwa, sebuah perusahaan bukanlah segalanya. Sehingga ketika masuk kedalamya seolah-olah perusahaan bisa menghilangkan semua masalah kita. Padahal, ketika masuk kedalamnya justru kita dikasih masalah untuk diselesaikan. Bahkan seringkali kita dituntut untuk menomorduakan masalah pribadi untuk mendahulukan masalah perusahaan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Demikianlah adanya, ketika kita masuk kerja, maka sebagian hak-hak pribadi kita dilepaskan untuk memenuhi hak-hak bersama sebagai entitas perusahaan. Ketika kita punya hak untuk beristirahat, tapi pada saat yang bersamaan ada hak bersama atau perusahaan yang harus diselesaikan pada saat itu juga, maka kita harus lepaskan hak kita. Karena bila tidak kita tuntaskan maka pihak lain dalam perusahaan atau konsumen tidak bisa bekerja atau tidak bisa mendapatkan manfaat perusahaan. Ketika yang lain tidak bisa bekerja, atau konsumen tidak puas, maka perusahaan bisa menjadi lambat, lemah, tidak bisa bersaing dan mundur bahkan bisa sampai berhenti. Demikianlah nasib banyak perusaahan di negeri ini. Dan demikian juga resiko buruk yang sudah diambil dan dialami kalangan pekerja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Jadi, ketika bekerja bukanlah semakin bertambahnya hak. Tetapi berkurangnya hak-hak pribadi kita. Dan berganti dengan kewajiban untuk memenuhi hak-hak perusahaan atau komitmen bersama. Karena pada hakikatnya perusahaan, bukanlah entitas di luar pribadi kita. Kita disatu sisi dan perusahaan di sisi yang lain. Tapi perusahaan merupakan komitmen kita bersama. Komitmen dari semua anggota perusahaan untuk suatu tujuan bersama, yakni mencari nafkah secara bersama-sama. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Maka sudut pandang hak perusahaan (kewajiban kita) hakikatnya adalah pemenuhan hak-hak kita juga yang dileburkan kedalam komitmen bersama. </span><span style="font-family:Arial;">Artinya, pemenuhan hak perusahaan pada dasarnya menjamin hak-hak kita. Bila hak perusahaan kita jamin, maka pada saatnya hak-hak kita juga akan terjamin. Jadi mari kita lepaskan hak-hak pribadi kita secara optimal untuk memenuhi hak-hak perusahaan sebagai komitmen bersama. Pada gilirannya kita akan mendapatkan kembali hak kita, insya Allah dengan kondisi yang jauh lebih baik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Perusahaan menjadi berarti bagi kita, ketika kita memberi arti. Perusahaan memberikan manfaat kepada kita, ketika kita menafkahkan manfaat kita. Perusahaan menjadi kuat, ketika kita memberikan kekuatan kita. Perusahaan menjadi maju, ketika kapasitas kita meningkat dan ditunaikan manjadi hasil karya. Kemajuan perusahaan sebetulnya tersusun atas karya-karya kita. Namun, bisa juga terjadi, perusahaan maju dan berkembang, tapi ternyata kemampuan kita tidak bertambah. Inilah yang merugi. Hal itu terjadi karena kita sedikit atau tidak berkontribusi secara signifikan pada kemajuan itu.<span>  </span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ketika kita masuk kerja, sesungguhnya ibarat masuk ke dalam suatu pasukan tempur. Kalau kemudian kita tidak bertempur maka kita bisa tertembak dan pasukan kita kalah perang. Kalau kita bertempurpun belum tentu kita tidak terbunuh dan pasti menang. Tapi perjuangan lebih memberi arti bagi keberadaan kita. Tapi pertarungan dan kesungguh-sungguhan lebih bernilai ketika kita menang atau kalah. Tapi yang terpenting adalah meningkatnya kemampuan kita, meningkatnya kontribusi kita kepada kemajuan, yang terpenting adalah bertambahnya manfaat kita. Karena Rasulullah menyebut manusia yang paling baik adalah yang paling banyak manfaatnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sebuah perusahaan bukanlah taman uang. Bukanlah sebuah tempat yang bila kita sudah masuk tinggal bawa keranjang, berkeliling dan kemudian memetik uang-uang yang bergelantungan. Perusahaan adalah sesuatu yang harus kita dukung agar menjadi benteng yang kokoh. Ketika benteng kita kokoh, maka kita bisa bertahan dari keterpurukan dan kemiskinan. Perusahaan adalah pasukan tempur yang harus perjuangkan sehingga mendapatkan kemenangan dan bisa mensejahterakan kita. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;">Kalau kita ingin menjadi muslim yang baik, kita harus jalankan rukun Islam secara keseluruhan termasuk membayar zakat. </span><span style="font-family:Arial;">Dan hakikatnya tidak ada zakat profesi atau zakat dari penghasilan karena kita bekerja. Yang ada adalah zakat karena ada perdagangan yang disitu ada resiko dan rezeki. Mari kita pandang pekerjaan kita sebagai bentuk perdagangan dengan memasukan resiko dan rezeki secara bersamaan. Ambil resiko besar maka rezeki pun besar.</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/error2succes.wordpress.com/42/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/error2succes.wordpress.com/42/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/error2succes.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/error2succes.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/error2succes.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/error2succes.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/error2succes.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/error2succes.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/error2succes.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/error2succes.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/error2succes.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/error2succes.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/error2succes.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/error2succes.wordpress.com/42/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/error2succes.wordpress.com/42/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/error2succes.wordpress.com/42/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=42&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://error2succes.wordpress.com/2008/07/02/resiko-besar-rezeki-besar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ff68ef46c0c5320582f21284538ef01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">VIQEN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mencicipi Istirahat di Akhirat melalui Shalat</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/13/mencicipi-istirahat-di-akhirat-melalui-shalat/</link>
		<comments>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/13/mencicipi-istirahat-di-akhirat-melalui-shalat/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Jun 2008 06:23:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VIQEN</dc:creator>
				<category><![CDATA[MEMANDANG REALITA]]></category>
		<category><![CDATA[Akhirat]]></category>
		<category><![CDATA[Bekerja]]></category>
		<category><![CDATA[Istirahat]]></category>
		<category><![CDATA[Kerudung]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Rasulullah]]></category>
		<category><![CDATA[Sakit]]></category>
		<category><![CDATA[Shalat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://error2succes.wordpress.com/?p=36</guid>
		<description><![CDATA[  Mencari pijakan tentang liburan ternyata tidak ada yang kokoh dan strategis. Kalau sedikit memaksa, suatu tema tentang liburan adalah kebutuhan istirahat. Maksudnya, supaya tidak terlalu tegang dengan aktivitas sehari-hari yang ketat, ya istirahatlah dulu. Maka, istirahat adalah buat mereka yang telah bekerja sangat keras. Mereka yang telah menorehkan karya nyata sedemikian hebat. Wajar bila [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=36&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p><em><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Mencari pijakan tentang liburan ternyata tidak ada yang kokoh dan strategis. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Kalau sedikit memaksa, suatu tema tentang liburan adalah kebutuhan istirahat. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Maksudnya, supaya tidak terlalu tegang dengan aktivitas sehari-hari yang ketat, ya istirahatlah dulu. </span></em></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Maka, istirahat adalah buat mereka yang telah bekerja sangat keras. Mereka yang telah menorehkan karya nyata sedemikian hebat. Wajar bila mereka beristirahat. Karena betul-betul ia membutuhkan istirahat. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Dan karena dengan istirahatnya itu ia akan masuk lagi ke medan pertempuran dengan kapasitas yang berlipat-lipat. Istirahatnya tetap memberikan kontribusi dalam grafik peningkatan prestasinya yang terus menanjak.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Bahkan cenderung, mereka sangat memperhitungkan dampak libur itu sendiri bagi perkembangan dirinya. Apakah dampak dari liburan itu signifikan atau tidak. Bila tidak ada pengaruh, buat apa berlibur. Akhirnya liburan betul-betul dipersiapkan supaya memberi hasil yang optimal. Misalnya liburan itu dimanfaatkan untuk melakukan perjalanan. Tidak jarang perjalanan ini juga menghasilkan temuan-temuan baru bagi peningkatan kapasitasnya. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Diperjalanan akan ditemukan pengalaman-pengalaman dan ilmu bahkan peluang bisnis. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Memang Allah bertanya beberapa kali, apakah mereka tidak mengadakan <span>perjalanan</span> di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum mereka. Kira-kira demikian pertanyaan Allah, berulang-ulang. Coba perhatikan ayat-ayat berikut ini QS. 30:9, 30:42, 40:21, 40:82, 47:10. Ketika mendasarkan liburan untuk melakukan perjalanan, maka harus (sangat) diperhatikan pengalaman dan ilmu apa yang diraih dari liburan itu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Perjalanan liburan ke Bandung misalnya, sebagai tempat yang semakin jelas posisinya sebagai kota jasa layanan liburan, banyak menawarkan pengalaman-pengalaman wisata yang baru dan menyegarkan. Tinggal kemudian kita bertanya lebih jauh apakah pengalaman perjalanan liburan itu mampu memberi sentuhan pengalaman ruhani. Suatu pengalaman yang menjawab pertanyaan Allah, <em>”ya</em> <em>saya telah memperhatikan bagaimana kesudahan orang-orang sebelum kami, sehingga kami mengerti dan menancapkan komitmen; harus menjadi pribadi yang lebih baik ketika kami pulang dari perjalanan ini.”</em></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Maka, dari sekian banyak pilihan (dan godaan) menghabiskan waktu di perjalanan liburan, tentukan pilihan yang senantiasa menjaga orbit keimanan kita. Masuklah ke wilayah-wilayah yang tidak <em>blank-spot</em> dari <em>coverage</em> perlindungan Allah SWT. Pilih perjalanan liburan yang justru memperkuat sinyal iman kita. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Bahkan bila perlu rasakan pengalaman-pengalaman baru yang mampu merubah arah hidup kita menjadi jauh lebih baik. Misalnya, liburan tahun lalu adalah pengalaman saya menggunakan kerudung pertama diluar rumah setelah sekian lama berpikir untuk mulai serius berkerudung. Ya, walaupun berat, tapi namanya juga diperjalanan liburan, di kota orang. Rasanya orang-orang sekeliling memandang biasa-biasa saja. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Kebayang kalau mulai pakai kerudung pas lagi sekolah. Bisa-bisa jadi isu satu sekolah, apalagi kalau kita termasuk yang terkenal dan beredar luas di berbagai komunitas<em>.</em> </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Maka disamping harus membiasakan diri dan meneguhkan mental, juga harus sering menjawab ucapan selamat dan pertanyaan-pertanyaan. Pengalaman berkerudung di kota orang selama perjalanan liburan menjadi awal saya menjadi muslimah yang lebih baik, jauh lebih baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Jadi tidak mentang-mentang perkara liburan, perjalanan yang kita rencanakan pokoknya bebas-bebas saja. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Apalagi meng</span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">arah kepada hal yang sia-sia atau bahkan menjurus kepada kemaksiatan dan melalaikan. Tidak seperti itu. Istirahat dalam Al-Qur’an tidak ditunjukkan kepada suatu waktu yang namanya saat liburan. Tapi diarahkan kepada malam sebagai waktu beristirahat. Silakan perhatikan ayat-ayat berikut ini QS. 6:96, 10:67, 25:47, 27:86, 28:72-73, 40:61, 78:9. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.25in;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Bila tidak, maka istirahat sebagai suatu alokasi waktu yang khusus ditunjukkan kepada surga atau neraka sebagai tempat istirahat. Silakan perhatikan ayat-ayat berikut QS. 18:29, 18:31. Memang itulah istirahat yang sesungguhnya. Karena dunia ini memang tempat perjuangan. Sehingga peribahasa yang tepat adalah bersakit-sakit dahulu, bersakit-sakit kemudian, teruslah bersakit-sakit agar bisa beristiahat di akhirat dengan penuh kepuasan. </span><span style="font-size:11pt;font-family:Arial;">Bolehlah kita cicipi istirahat di akhirat kita itu nanti melalui shalat-shalat kita hari ini, demikian Rasulullah memberikan tips. </span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/error2succes.wordpress.com/36/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/error2succes.wordpress.com/36/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/error2succes.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/error2succes.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/error2succes.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/error2succes.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/error2succes.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/error2succes.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/error2succes.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/error2succes.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/error2succes.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/error2succes.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/error2succes.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/error2succes.wordpress.com/36/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/error2succes.wordpress.com/36/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/error2succes.wordpress.com/36/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=36&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/13/mencicipi-istirahat-di-akhirat-melalui-shalat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ff68ef46c0c5320582f21284538ef01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">VIQEN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>SUKSES, SUKSES SEKALI, SUKSES BERKALI-KALI</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/sukses-sukses-sekali-sukses-berkali-kali/</link>
		<comments>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/sukses-sukses-sekali-sukses-berkali-kali/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 13:01:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VIQEN</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARADIGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://error2succes.wordpress.com/?p=27</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lama saya memperhatikan seorang karyawan. Kehadirannya di tengah teman-teman kerjanya selalu diawali dengan senyuman dan sapaan yang membawa suasana gembira. Ketika mulai berdialog, maka terpancarlah aura optimis dan percaya diri dari rangkaian kata-katanya. Tersembur keyakinan untuk meraih segala yang diharapkan. Tersemburat, semangat untuk mencapai setiap yang diinginkan Terakhir, saya mendapat kabar bahwa ia telah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=27&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sudah lama saya memperhatikan seorang karyawan. Kehadirannya di tengah teman-teman kerjanya selalu diawali dengan senyuman dan sapaan yang membawa suasana gembira.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ketika mulai berdialog, maka terpancarlah aura optimis dan percaya diri dari rangkaian kata-katanya. Tersembur keyakinan untuk meraih segala yang diharapkan. Tersemburat, semangat untuk mencapai setiap yang diinginkan</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Terakhir, saya mendapat kabar bahwa ia telah berhasil mendapatkan sesuatu yang sangat diidam-idamkannya selama ini. Subhanallah, tentu saja saya mengucap syukur dan menccba menelusuri bagaimana ia mendapatkan keberhasilan itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Terbayang oleh saya ketika dia dengan penuh semangat dan percaya diri selalu menyampaikan cita-citanya itu di hadapan siapa saja dan diberbagai kesempatan. Ini menunjukkan sikap posifif dan optimis yang </span><a href="http://dimilikinya.la/"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;">dimilikinya. la</span></span></a><span style="font-size:small;"> tidak merasa kecewa atas keterbatasan dirinya dan tidak merasa takut akan masa depannya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Terbayang pula bagaimana dia berkonsultusi kesana kemari untuk merumuskan langkah-langkah mencapai apa yang diinginkan. Terbayang pula berbagai upaya melakukan perbaikan diri dan potensi yang dia lakukan untuk menyempurnakan ikhtiarnya. Ini menunjukkan semangat peningkatan kemampuan dan keilmuan untuk mencapainya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Semuanya dijalankan dengan penuh semangat, berani, penuh pengorbanan dan dengan koyakinan yang kokoh. Segenap ikhtiar yang ia lakukan sedemikian paripurna itu akan bertemu dengan pertolongan Allah sebagai penjamin terjadinya kesuksesan. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.2pt;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><strong>Hijrah mengajarkan kesuksesan</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Para sahabat Rasulullah sepakat menjadikan peristiwa hijrah sebagai patokan permulaan kalender kaum muslimin. &#8220;Ta&#8217;rikh (kalender) itu dimulai sejak Nabi, meninggalkan tempat musyrikin (orang-orang yang &#8220;gagal&#8217; beriman kepada Allah) menuju tempat muslimin (orang-orang yang &#8220;berhasil&#8221; menemukan keimanan yang sempurna)&#8221; &#8220;Hijrah adalah pemisah antara hak dan batil,&#8221; tegas Khalifah Umar dalam dekrit penetapan tahun hijriah. Jika boleh kita tadabburi perkataan Umar tersebut maka etos mengatakan bahwa &#8220;hijrah adalah pemisah antara orang-orang gagal dengan orang­-orang sukses&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Hijrah tidak hanya imigrasi dari Makkah ke Madinah. Tetapi hijrah adalah titik balik kesuksesan Rasululah dalam segala hal. Kehidupan di Makkah memang penuh dengan terror. Tapi hijrah bukanlah lari dari masalah dan akhir dakwah di Makkah. Ketika di Makkah, memang Rasulullah masih mengalami kegagalan-kegagalan dalam dakwahnya, kegagalan demi kegagalan itu membekaskan pelajaran berharga bagi efektifitas dakwah Rasulullah dikemudian hari.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Periode Madinah menunjukkan kepada kita bagaimana segala idealisme dakwah mewujud dalam keberhasilan. Berbagai kejayaan, kemenangan dan kesuksesan diraih oleh kaum muslimin, Semuanya bermula dari hijrah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Hijrah tidak bisa kita fahami sebagai satu momentum yang berdiri sendiri. Karena hijrah adalah puncak dari segenap sepak terjang, perjuangan dan pengorbanan dalam dakwah Rasulullah. Beliau dengan teliti dan cermat merencanakan langkah-langkah yang akan diambil sebagai persiapan membukukan kesuksesan dakwahnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Bahkan menurut Ali Jabir, sejak pertama diangkat sebagai Nabi, Rasulullah telah melakukan usaha pencarian basis geografis (qa&#8217;idah ardliyah) untuk bumi tempat tegaknya kekuatan dan mencari jumlah pendukung yang memadai. Kesiapan itu dibutuhkan untuk nemulai konfrontasi, suatu hal yang tidak pernah di lakukan di Makkah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Rasulullah pernah memerintahkan para sahabat hijrah ke Habasyah sampai dua tahap. Beliau sendiri pernah ke Thaif yang justru diremehkan dan dianggap lebih menyakitkan dibandingkan tragedi Uhud.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pada kesempatan lain juga beliau mengamati kabilah-kabilah baik segi kualitas, kuantitas dan hubungannya dengan pihak-pihak lain. Diantaranya kabilah Bakr bin Wail.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Terus beliau melakukan pencarian, pengamatan dan evaluasi dengan seksama sampai Beliau mendapatkan kontak dengan beberapa orang suku Khazraj. Dalam kontak itu kedua belah pihak menemukan simbiosis mutualisma. Masing-masing diuntungkan dan melahirkan kekuatan yang kemudian menjadi sangat luar biasa.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dari situ mulailah disusun rencana pengkonsentrasian segenap potensi ke Madinah. Perpindahan mulai dilakukan dengan sistematis dan menurut pola yang teratur. Semuanya dilakukan dengan pertimbangan dan strategi yang canggih serta sangat teliti dan hati-hati.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Al Buthy menyampaikan riwayat sahih dari Al Bukhari, yang menyebutkan bahwa ketika setelah banyak kaum muslimin yang hijrah ke Madinah, Abu Bakar meminta izin untuk melakukan hal yang sama. Tapi Rasulullah menahan dan menunggu saat yang tepat dan izin dari Allah. Padahal keduanya sudah sangat ingin untuk segera berada di Madinah. Kemudian Abu Bakar menangguhkannya dan membeli dua ekor unta yang akan dipeliharanya sebagai persiapan keberangkatan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dari momentum hijrah ke depan, maka akan terlihat efektifitas gerak dakwah kaum muslimin saat itu diwarnai dengan berbagai keberhasilan dan kegemilangan. Semuanya terjadi dengan luar biasa, melesat menembus berbagai hal yang semula berat untuk diperoleh. Dimana mereka mampu mendirikan imperium terbesar yang pernah dikenal sejarah manusia yang membentang dari perbatasan India hingga Samudera Atlantik.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Madinah telah menjadi saksi tempat munculnya kekuatan Arab yang kecil namun mampu membalikkan dominasi manusia. Mereka menaklukan Mesopotamia, Siria, Palestina dan merebut Mesir dari kekaisaran Byzantine pada tahun 642 M. Persia direbut pada tahun 637 M. Kemudian melesak ke Afrika Utara, samudera atlantik hingga ke Visigotic Spanyol.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Semua penaklukan itu selalu diikuti dengan masuknya Islamnya orang­-orang secara berbondong-bondong dan sukarela. Hebatnya, dakwah itu dilakukan oleh balatentara itu sendiri. Tidak oleh misi yang lain atau lembaga dakwah yang berbeda. Mereka langsung berinteraksi dan memberi contoh.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kita bisa mengumpulkan sejumlah ikhtiar yang sedemikian cerdas yang dilakukan Rasulullah dalam rangkaian hijrahnya. Berbagai kegiatan untuk mempelajari dan memahami masalah, mengatur strategi dan menyusun perencanaan, melakukan persiapan dan pengkondisian.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Segala potensi ikhtiar tersebut tentu saja efektif memberikan dampak keberhasilan. Bahkan sedemikian canggih ikhtiar yang dilakukan Rasulullah sampai Allah SWT mengapresiasinya dengan memberikan pertolongan yang tidak diduga. Sehingga bertemulah ikhtiar manusiawi yang memenuhi segenap persyaratan untuk berhasil dengan pertolongan Allah yang menjamin keberhasilan itu menjadi kenyataan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span><strong>Pekerja muslim menuju kesuksesan</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pekerja muslim hari ini berada dalam realitas yang menyedihkan. Gerak tanpa tujuan, miskin kemampuan, terbatasnya wawasan, lemah motivasi, produktifitas rendah, tidak bersatu, hidup dalam semangat beragama yang rendah, dll. Sehingga ia menjadi sangat lemah, terpinggirkan, tidak punya pilihan, tidak punya daya saing, dan tidak punya posisi tawar.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Namun demikian, umat Islam sebagian besar masih tetap hanya berada dalam bayang-bayang kejayaan Islam dahulu. Mereka masih terbuai dan terlena dengan kehebatan sistem Islam dan berhenti pada pemahaman bahwa Islam adalah solusi. Sementara pada tataran realitas, permasalahan sudah sedemikian rumit dan mendesak untuk diselesaikan. Keyakinan bahwa Islam adalah solusi yang telah terbukti di masa lalu, namun menuntut bukti dari para penganutnya. Seperti apa bentuk solusi itu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Disinilah semangat hijrah memberikan referensi kepada kita. Keyakinan bahwa Islam adalah solusi yang sudah sedemikian kita yakini itu, semangat hijrah memberi spirit untuk direalisasikan di pelosok-pelosok masalah yang ada seat ini. Umat Islam dengan berbekal keyakinan itu harus mulai bergulat, bergumul, dan berkubang lumpur masalah untuk hadir menjadi lokomotif solusi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dikalangan pekerja muslim sendiri, sudah bertumpuk dan tumpang tindih berbagai masalah. Masalah pembahasan kesejahteraan pekerja sering berkutat di wilayah-wilayah yang tidak prinsip dan berakhir di pojok-pojok konflik yang merugikan, apatis dan keputus-asaan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Permasalahan kurangnya lapangan pekerjaan tercampur aduk dengan kapabilitas dan skill yang tidak memadai. Diperparah dengan produktifitas yang lemah dan membuat perusahaan tidak bisa bersaing sehingga lumbung­-lumbung pekerjaan sulit tumbuh. Belum dengan suasana yang kerap tidak kondusif bagi muncul dan tumbuhnya perusahaan-perusahaan penampung pekerja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Maka diperlukan jiwa-jiwa hijrah yang teguh menyusun peta keberhasilan, yang pantang menyerah dan terus melangkah, yang berpikir menyeluruh dan memberikan solusi yang tidak membawa efek samping. Segeralah hadir pekerja-pekerja muslim yang raganya bergerak membawa semangat­-semangat keberhasilan. Kita bisa memulainya dari sekarang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">&#8220;Melaksanakan <em><span style="letter-spacing:-0.1pt;">ibadah </span></em>pada saat kacau seperti hijrah kepadaku&#8221; <em><span style="letter-spacing:-0.1pt;">(HR. </span></em>Muslim).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ditengah hiruk pikuk kebobrokkan dan berseliwerannya silang pendapat, saatnya hadir pekerja-pekerja muslim yang hatinya tunduk kepada Allah untuk memperbaiki keadaan dengan tindakan yang seefektif yang Rasul ajarkan dari momentum hijrah. Tentu saja ketundukkan hatinya kepada Allah yang membingkai motivasi setiap tindakan perbaikan yang dilakukannya sebagai ibadah. Kesungguhannya dalam bekerja bukan hanya untuk upah, karier, atau lainnya. Tapi sebagai bentuk ibadah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span><strong>Rangkaian keberhasilan</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Untuk menjadikan diri kita pekerja-pekerja muslim yang unggul yang siap beribadah kepada Allah dengan memperjuangkan perbaikan kondisi umat Islam, ada bekal dari Rasulullah yang bisa kita jadikan pegangan. Sebuah do&#8217;a yang Rasulullah ajarkan untuk di baca setiap pagi dan petang,</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">&#8220;Ya Allah, aku berlindung <em><span style="letter-spacing:-0.1pt;">kepada-Mu dari kekecewaan dan kegelisahan, dan dari kelemahan dan kemalasan, dan dari </span></em>sifat pengecut dan kikir, dan dari lilitan hutang dan dominasi manusia.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Do&#8217;a ini merumuskan rangkaian proses menuju keberhasilan yang akan diraih. Keberhasilan itu sendiri Rasulullah sampaikan berupa terlepas dari dominasi manusia atau kemandirian dan terbebas dari lilitan hutang atau penguasaan ekonomi. Inilah potret buram umat Islam saat ini. Berada dalam kungkungan dan pengaturan manusia lain serta tidak mempunyai keleluasaan dalam ekonomi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ketika umat ini mampu membebaskan diri dari dominasi manusia lain, maka ia akan bebas mengekspresikan aqidahnya dan segenap ibadahnya. Dan ketika umat ini mempunyai kebebasan secara ekonomi make ia bisa mengatur alam semesta ini atas dasar perintah Tuhannya. Inilah yang dicapai oleh generasi pertama dan utama dari kegemilangan Islam.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ternyata hal itu bermula dari suasana hati, yakni adanya kekecewaan akan masa lalu dan kegelisahan menghadapi masa depan. Suasana hati seperti itu membuahkan kondisi seorang individu. Dimana ia menjadi seorang yang memiliki sedikit kemampuan dan tidak memiliki keinginan berbuat sesuatu.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Terbatasnya kemampuan dan miskinnya kemauan menjadikan karakter individu yang penakut dan tidak mau berkorban. Hal tersebut menjadikannya individu yang tergantung kepada pihak lain. Sehingga urusan menjaga kelangsungan hidupnyapun, antara lain mencari nafkah, tergantung dari penguasaan ekonomi pihak lain. Dan kita harus terbebas dari itu semua sebagai bentuk keberhasilan mencapai dunia yang hasanah.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><strong>Lapang dada dan visi masa depan</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kekecewaan terhadap masa lalu harus sirna dalam hati kita. Seringkali bayangan-bayangan kegagalan di masa lalu menganggu keyakinan kita akan sesuatu. Lupakan saja masa lalu itu. Tidak ada penciptaan Allah yang salah dan tanpa arti. Tinggal kita mampu mengambil pelajaran sebanyak mungkin dari kegagalan dan kelemhan yang ada.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Demikian pula ketika kita memikirkan masa depan. Semua makhluk akan sepakat bahwa itu gelap. Maka yang lebih baik kita lakukan adalah merencanakan masa depan dan memperjuangkannya hingga terwujud. Pupuk dengan sikap percaya akan rencana Allah yang pasti akan berbuah kebaikan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Episode &#8216;isra mi&#8217;raj yang dialami Rasulullah seakan memberikan ilustrasi pada keadaan ini. Ketika Rasulullah bersedih atas segenap kegagalan yang bertubi-tubi. Ditambah dengan ditinggalkannya oleh orang tercinta yang melindunginya. Isra mi&#8217;raj seakan menunjukkan kepada Rasulullah agar tidak perlu bersedih karena beliau diperlihatkan masa depan atau akhir kehidupan manusia yang harus diperjuangkan. Visi atau pandangan jauh kedepan inilah yang membalikkan kekecewaan dan kegelisahan Rasulullah untuk kembali bangkit dan berjuang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pekerja muslim yang cerdas, berdaya dan handal. Berlapang dada terhadap segala hal yang mengecewakan adalah awal perbaikan hidup kita. Walau sejuta masalah menggunung disekitar kita, dilingkungan kerja, ditengah masyarakat, dan dimana saja. Hendaknya itu tidak membuat kecewa dan mempengaruhi sikap optimis kita. Pancangkan cita-cita kita yang tinggi setahun kedepan, sepuluh tahun ke depan, dan sejauh mungkin masa depan yang mungkin ada, yakni kehidupan terjauh di alam baqa.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><strong>Ilmu dan semangat berbuat</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Hati yang positif dan optimis akan melahirkan semangat untuk berbuat dan meningkatkan kemampuan. Harapan dan cita-cita yang membara seakan menjadi bahan bakar yang menggerakkan seluruh persendian. Kita akan menjadi individu yang haus ilmu demi perbaikan diri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kedalaman ilmu akan mempercepat proses adaptasi dan penguasaan pekerjaan yang dilaksanakan. Hal itu menghasilkan kemampuan memandang masalah secara lengkap dari berbagai sudut pandang. Sehingga ketika bertindak dan berbuat akan melahirkan sikap yang benar dan mendorong kemajuan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ketika seseorang menguasai ilmu menangani pekerjaan yang lebih banyak maka ia akan lebih siap meramu, merencanakan, dan mencapai keberhasilan. Karena Allah mengajarkan Kegemilangan Islam pun dicapai dengan ditopang oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan yang sedemikian luas.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Episode Ramadhan merupakan masa yang tepat untuk melipatgandakan kemampuan dan ilmu kita. Disana kita diuji semangat juang dan efektifitas tindakan kita. Dimana kita diuji apakah masih mengidap penyakit minim kemampuan dan penyakit miskin keinginan. Ramadhan menunjukkan kepada kita tentang tradisi ilmiah dan semangat berbuat dengan efektif. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">K</span></span><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">eberanian dan semangat berkoban</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kemampuan yang baik dan banyak akan memberikan keberanian dalam bertindak dan mengambil resiko. Apapun masalah di hadapan hanyalah sebuah tantangan yang harus dijawab guna menafkahkan kemampun yang telah dimilikinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Bahkan kemudian ia berani berkorban untuk membuka wilayah-wilayah wawasan baru yang belum diketahuinya. Kalau saat ini baru bisa menjahit, maka ia selalu tertantang untuk menguasai perawatan dan perbaikan mesin, atau menguasai pengaturan line, dst. Maka bila untuk mendapatkan kemampuan itu diperlukan pengorbanan dengan meluangkan waktu, atau dengan diomelin dan dikritik banyak orang, atau dengan pengorbanan harta bila perlu, maka akan ia lakukan. Karena ketika telah terbuka pintu masuk ke wilayah baru tersebut ia akan mendapatkan sesuatu yang luar biasa. Yakni kemampuan atau bahkan kepercayaan, karier dan kemungkinan peningkatan penghasilan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Episode &#8216;iedul qurban merupakan fenomena yang dapat memberikan penjelasan tentang dahsyatnya dampak dari pengorbanan. Dimana dengan berkorban maka keberanian kita terhadap semua makhluk (selain khaliq) menjadi tertunaikan. Seperti Ibrahim yang rela dibakar karena keberanian dan kesigapan dalam berkorban untuk suatu keyakinan kepada Allah. Dan bukankah bisnis yang lebih menguntungkan biasanya resikonya juga lebih besar?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"><strong>Keberhasilan</strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Keberanian dan semangat berkorban inilah yang membawa kita kepada kunci-kunci keberhasilan. Sebagaimana kemudian episode hijrah memberikan pelajaran terakhirnya kepada kita. Setelah isra mi&#8217;raj yang mendorong kita untuk memiliki visi atau cita-cita yang jauh kemasa depan. Kemudian episode ramadhan yang menguji dan meningkatkan terus ilmu dan efektifitas kerja kita. Dilanjutkan dengan episode &#8216;idul qurban yang memberi semangat melakukan hal-hal baru yang beresiko namun menjanjikan masa depan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Hijrah mengubah kondisi umat Islam yang semula didominasi kaum kafir menjadi kaum yang bebas dan bahkan mempunyai keunggulan ekonomi yang mampu mengalahkan dominasi kafir Quraiys.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Momentum hijrah Rasulullah seperti menunjukkan kepada kita semua bahwa umat Rasulullah terlahir untuk meraih sukses dan hanya </span><a href="http://sukses.la/"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;">sukses. la</span></span></a><span style="font-size:small;"> akan meraih sukses atau kalau tidak ia akan meraih kesuksesan yang luar </span><a href="http://biasa.la/"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;">biasa. la</span></span></a><span style="font-size:small;"> bisa menjadijuara satu. Tapi bila ia tidak menjadi juara satu maka ia akan menjadi juara umum. Bila ternyata ia pun tidak menjadi juara umum, maka ia lah yang mengadakan lomba itu dan menjadi jurinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Umat Rasulullah adalah hamba Allah yang merindukan prestasi-prestasi dan keunggulan. Apakah ia bisa bekerja dengan target yang selalu lebih baik, dengan kualitas yang selalu meningkat, dengan pengiriman yang lebih tepat, dengan biaya yang semakin hemat. Atau prestasi-prestasi lain yang mungkin, misalnya berpuisi, berpidato, bernasyid, memasak, berorganisasi, berinfaq, berolah raga dan banyak lagi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Umat Rasulullah berbeda dengan umat </span><a href="http://lainnya.la/"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;">lainnya. la</span></span></a><span style="font-size:small;"> bercita-cita besar, berpikiran maju, berbuat banyak untuk kemajuan dan kesejahteraan. Setiap langkah yang tercipta merupakan tapak-tapak kemenangan. Apabila ia gagal, maka ia hanya memerlukan kesadaran untuk untuk menemukan hai-­hal yang belum ia ketahui dan menambah pengetahuan dan kemampuan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Semua semangat membara dalam meraih prestasi-prestasi di dunia itu menjadi sarana latihan bagi kita. Latihan yang sangat diperlukan untuk masa depan kita. Sehingga dengan latihan itu, kita dapat memupuk semangat yang jauh lebih menyala-nyala dan berkobar dalam mencapai prestasi tertinggi, yakni mencapai syurga Allah SWT. Syurga adalah puncak kesuksesan kita. AlIahu Akbar!!!</span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/error2succes.wordpress.com/27/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/error2succes.wordpress.com/27/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/error2succes.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/error2succes.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/error2succes.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/error2succes.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/error2succes.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/error2succes.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/error2succes.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/error2succes.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/error2succes.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/error2succes.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/error2succes.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/error2succes.wordpress.com/27/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/error2succes.wordpress.com/27/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/error2succes.wordpress.com/27/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=27&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/sukses-sukses-sekali-sukses-berkali-kali/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ff68ef46c0c5320582f21284538ef01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">VIQEN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MANDIRI DAN MERDEKA</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/mandiri-dan-merdeka/</link>
		<comments>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/mandiri-dan-merdeka/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 12:57:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VIQEN</dc:creator>
				<category><![CDATA[HOT MOTIVATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://error2succes.wordpress.com/?p=25</guid>
		<description><![CDATA[  “Manusia di dunia ini terbagi menjadi dua : Yang pertama adalah mereka yang datang ke pasar (dunia) ini dan menjual dirinya hingga menjadi budak. Yang kedua adalah mereka yang membela dirinya di pasar ini dan menjadikannya merdeka“ (Ali bin Abi Thalib).Anda bisa masuk kerja, lakukan pekerjaan anda, kemudian pulang dan mendapat upah. Maka anda [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=25&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Manusia di dunia ini terbagi menjadi dua : Yang pertama adalah mereka yang datang ke pasar (dunia) ini dan menjual dirinya hingga menjadi budak. Yang kedua adalah mereka yang membela dirinya di pasar ini dan menjadikannya merdeka“ (Ali bin Abi Thalib).Anda bisa masuk kerja, lakukan pekerjaan anda, kemudian pulang dan mendapat upah. Maka anda telah menjual diri anda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Tapi anda bisa masuk kerja, kemudian anda berinfaq dengan waktu anda, pikiran anda, seluruh potensi anda, fokus perhatian anda, kalau perlu dengan segala apa yang anda miliki, baik jiwa, raga, maupun harta, kemudian anda mendapatkan kemajuan begitu pula dengan perusahaan anda. Maka anda telah membeli diri anda.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Anda kemudian menjadi merdeka. Karena di lapangan tempat anda bekerja, anda bukan sekedar tukang beresin kerjaan, yang sehari­-harinya diperintah dan nunggu perintah. Tapi andalah pemilik pekerjaan itu. Andalah yang punya inisiatif menentukan langkah-langkah pekerjaan anda. Anda jugalah yang menjamin <span style="letter-spacing:0.1pt;">keberhasilan pekerjaan anda.</span></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Karena andalah yang paling mengerti pekerjaan anda sendiri. Itulah kemerdekaan. Mandiri, sering diplesetkan menjadi mandi sendiri. Dikutip dari sebuah situs bisa jadi plesetan ini benar. Bahwa ada pekerjaan-­pekerjaan pribadi yang dapat dan harus kita lakukan sendiri. Masa mandi saja mesti </span><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.2pt;" lang="IN">dimandiin?</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Mandiri berarti bertumpu pada kekuatan sendiri atau kondisi dimana seseorang tidak bergantung pada orang lain. Tindakan dan keberhasilan yang dia raih tidak harus menunggu dukungan orang lain atau tersedianya segala fasiltas dan sarana.Justru dialah yang menyediakan segala sesuatunya untuk mencapai keberhasilan. Sehingga tidaklah mudah menjadi orang yang mandiri. </span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Keikhlasan akan membentuk pekerja yang merdeka dan mandiri, karena dengan keikhlasan itu dia tidak akan pernah ragu untuk memberikan yang terbaik dari kemampuannya untuk ridha Allah saja.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">“Janganlah kamu menjadi budak (hamba) seseorang, karena Allah telah menciptakan kamu dalam keadaan Merdeka.” (Ali bin Abi Thalib)</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Pandangan visioner dari Rasulullah berkaitan kemerdekaan dan kemandirian ini membekali kita dengan do&#8217;a. Tentu saja ketika diperintahkan untuk berdo&#8217;a, maka disitu menyiratkan adanya permasalahan yang strateqis.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari pesimis dan kecewa, dari kelemahan dan kemalasan, dari sifat penakut dan tidak mau berkorban, dari, lilitan hutang dan dominasi manusia.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Lilitan hutang dan dominasi manusia menunjukkan bahwa kita harus mandiri dan<span>  </span>merdeka. Artinya secara ekonomi kita bisa mengatur pemenuhan hidup kita sendiri. Tidak tergantung kepada produktifitas orang lain apalagi orang kafir. </span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Seorang yang merdeka bukan berarti ia bebas melakukan apa saja. Tapi ia mengerti betul apa yang harus dilakukan untuk keberhasilan hidup ini. Sehingga ia memegang kendali. Kemandirian melahirkan kemerdekaan. Dan kemerdekaan berarti kemandirian. Kedua hal ini merupakan satu kesatuan sebagai ciri seorang muslim, dan anda pekerja muslim. </span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Ternyata Rasullullah menunjukan bahwa itu semua bermula dari hati. Kondisi hati yang pantang mengeluh terhadap keadaan dan selalu optimis memandang gelapnya masa depan. Disinilah iman dan taqwa menjadi jawaban. </span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Dari kondisi hati seperti itu akan muncul pribadi yang disiplin, penuh semangat dan selalu ingin meningkatkan kemampuan. Sehingga bermunculanlah individu yang belajar, berbuat, belajar lagi berbuat lagi Sampai sempurna ilmu dan amalnya.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Pribadi semacam itu akan menghasilkan karakter individu yang pemberani dan siap berkorban. Dalamnya ilmu dan besarnya semangat tidak akan berarti apa-apa bila tidak berani melakukan dan menghadapi tantangan serta kesiapan menanggung resiko.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Karena keberanian dan pengorbanan diperlukan untuk melakukan penetrasi kepada suatu wilayah kernenangan dan perjuangan baru. Sesuatu yang gelap dimasa depan harus kita jawab dengan melakukan sesuatu sehingga kita menjadi tahu. Akhirnya lahirlah manusia yang banyak `amal sholihnya dan efektif hasilnya.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Serangkaian ikhtiar ini akan sampai kepada suatu prestasi. Kemenangan yang Allah janjikan untuk orang beriman. Keberhasilan </span><span style="font-family:Arial;" lang="IN">ini <span style="letter-spacing:0.1pt;">diapresiasi oleh Allah dengan memilih kita sebagai penguasa wilayah tersebut. Dan segala potensi digelontorkan untuk dikelola. Inilah kemerdekaan dan kem6ndirian.</span></span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/error2succes.wordpress.com/25/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/error2succes.wordpress.com/25/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/error2succes.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/error2succes.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/error2succes.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/error2succes.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/error2succes.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/error2succes.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/error2succes.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/error2succes.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/error2succes.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/error2succes.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/error2succes.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/error2succes.wordpress.com/25/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/error2succes.wordpress.com/25/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/error2succes.wordpress.com/25/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=25&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/mandiri-dan-merdeka/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ff68ef46c0c5320582f21284538ef01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">VIQEN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>JUST DO UP!</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/just-do-up/</link>
		<comments>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/just-do-up/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 12:55:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VIQEN</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARADIGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://error2succes.wordpress.com/?p=24</guid>
		<description><![CDATA[  Dalam suatu kesempatan saya mengikuti beberapa kali tayangan reality show tentang pencarian orang yang siap menolong. Seperti biasa relawan yang butuh pertolongan kelalang­-keliling ke sana kemana mencari seorang pahlawan. Dia minta tolong untuk dibelikan obat untuk ibunya yang sakit. Harganya lumayan. Jadi orang juga bakal mikir kalau tiba-tiba ada yang tidak dikenal ujug-ujug minta [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=24&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Times New Roman;"></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Dalam suatu kesempatan saya mengikuti beberapa kali tayangan reality show tentang pencarian orang yang siap menolong. Seperti biasa relawan yang butuh pertolongan <em><span style="letter-spacing:0.2pt;">kelalang­-keliling </span></em>ke sana kemana mencari seorang pahlawan. Dia minta tolong untuk dibelikan obat untuk ibunya yang sakit. Harganya lumayan. Jadi orang juga <em><span style="letter-spacing:0.2pt;">bakal </span></em>mikir kalau tiba-tiba ada yang tidak dikenal <em><span style="letter-spacing:0.2pt;">ujug-ujug </span></em>minta bantuan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Ceritanya si relawan ini terus menawar-nawarkan pahala beramal kepada setiap orang. Dia terus mencari sang penolong. Seorang penolong yang siap bertindak <em><span style="letter-spacing:0.2pt;">merogoh kocek. </span></em>Seorang infaqer sejati yang keberaniannya meluaskan segenap kesempitan dompetnya. Seorang pemberani yang siap menanggung resiko bila ia harus memberikan pertolongan. Seorang yang hatinya sedemikian halus sehingga mudah tersentuh dengan kesulitan orang lain.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Banyak orang sudah ia tawarkan. Berbagai karakter manusia lewat dihadapan dengan sangat vulgar dan membuat mengelus dada. Gambaran kekeringan hubungan antar manusia semakin nyata di hadapan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Singkat cerita, dalam tayangan itu sampailah ia kepada seorang ibu pedagang kue surabi yang sederhana di depan sebuah sekolah. Dari kondisi jualannya tentu kita tidak bisa berharap banyak. Mungkin untuk hidup sehari-hari ia menaruh harapan kepada jualan surabinya. Rasanya masa depannya tidak dijamin oleh riset pasar yang bisa menentukan prospek jualannya. Atau dijamin oleh penghasilan rutin di awal bulan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Namun, kejadian berikutnya sungguh membuat hati lebih menjerit dan bertasbih atas tawakal yang Allah hujamkan kepada hati sang ibu penjual surabi itu. Dengan sangat ringan kemudian ia mengambil dompet dan meninggalkan dagangannya. Kemudian pergi mengantar relawan untuk membelikan obat disebuah apotek.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Ternyata sang hero tidak berjubah merah atau memakai topeng hitam. Tapi hanya seorang ibu penjual surabi yang sederhana. Sesederhana keinginannya. Yakni hanya ingin selalu menolong orang lain. Sesederhana harapannya yakni berharap Allah selalu <a href="http://menolongnya.la/"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">menolongnya. la</span></a> sangat mengerti rasanya sebuah <a href="http://kesulitan.la/"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;">kesulitan. Ia</span></a> sangat faham posisinya di hadapan Allah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Hidup Mudah Rusak dan Hancur</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.15in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Siapa yang berani jamin kehidupan kita di masa depan. Siapa saja akan merasakan kekhawatiran atas ketidak jelasan masa depan. Kesehatan dan keamanan yang dirasakan saat ini belum tentu bersama kita terus</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.15in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Kecelakaan yang terjadi di jalan raya akhir-akhir ini, misalnya. Bukan bermaksud menakut­-nakuti, tapi siapa. yang merasa yakin bahwa diri kita bisa dijamin bebas dari marabahaya. Seorang yang biasanya bikin kita terbahak-bahak kemudian bisa menjadi orang yang membuat kita merasakan kengerian luar biasa. Kota yang aman bisa dalam hitungan detik menjadi porak poranda. Sahabat yang biasanya bareng sehari-hari kemudian menjadi tergolek di ruang ICU.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.15in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Kita mungkin sering lalai, bahwa unsur penopang hidup kita serba lemah. Semua organ tubuh kita tidak selamanya kuat dan handal untuk dipakai. Silakan perhatikan bentuk dan kondisinya seperti apa. Jantung tidak boleh bocor. Paru-paru tidak boleh rusak. Lambung ginjal harus berfungsi.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.15in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Sementara itu lingkungan luar atau tindakan kita seringkali tidak menjamin organ tubuh kita senantiasa berfungsi baik. Organ-organ tubuh kita sangat mungkin untuk rusak dan mengakibatkan kesehatan menjadi bermasalah. Lingkungan atau alam semesta pun bisa saja membuat jasad kita hancur terkoyak tak berbentuk lagi. Secara jasadiyah kita mudah mengalami kerusakan dan kehancuran.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.15in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Kalau kita menopangkan hidup kita kepada tali. Tali bisa putus. Kalau kita menggantungkan hidup kita kepada tertancapnya paku. Paku bisa patah. Kalau kita mengantungkan hidup kita kepada batu dan karang yang kokoh. Batu itu juga bisa hancur. Hidup kita mudah rusak dan mudah hancur. Maka harus di jaga. Kali ini mereka yang mengalami kerusakan dan kehancuran. Di kali yang lain bisa saja kita yang berkubang sulit dan bermandikan masalah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.15in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Selain secara jasadiyah kerusakan dan kehancuran juga bisa secara ruhiyah. Betapa banyak orang yang tersesat dalam keburukan akhlak, kesesatan tindakan dan sikap. Semua itu bisa terjadi pada diri kita atau tidak. Kita tidak mengerti kenapa kemudian kita berada di jalan yang lurus atau kenapa kita menjadi orang yang sesat dan sulit berubah menjadi baik</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.15in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Masa depan sungguh gelap. Kita hanya bisa menebak. Menebak bisa sebagian benar sebagiannya lagi salah. Untuk masa depan yang tidak semuanya terang, maka harus kita jaga dengan infaq-infaq kita yang juga saat ini belum jelas manfaatnya buat kita. Namun kita harus yakin, infaq itu akan menjadi manfaat buat kita seiring dengan terbukanya kegelapan masa depan itu. Siapa yang tahu kalau keamanan, kenyamanan dan keselamatan kita saat ini akibat dari infaq-infaq yang kita tidak mengerti manfaatnya di masa lalu. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Berinfaq memberi Dampak Keberanian</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Orang-orang yang menafkahkan hartanya di malam dan di siang hari secara tersembunyi dan terang-terangan, maka mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. <em>Tidak </em>ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak mereka bersedih hati. (QS:2-274)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Ibnu Katsir bercerita bahwa suatu malam Ibnu Baqiyyah bermimpi ingin menampar pembantunya. Namun ketika akan dipukul mukanya berubah menjadi roti. Ketika ditanya pembantu yang sholih itu kemudian menjawab bahwa atas pesan ibunya ia selalu bersedekah roti setiap hari. Sebab Allah akan menolak bahaya karena sedekah rotinya itu. Ini menegaskan sabda Rasulullah, &#8220;Sesungguhnya sedekah dapat memelihara manusia dari kejahatan.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Heran bercampur kaget, kalau kita perhatikan keberanian mereka yang selalu ikhlas berinfaq. Tidak pernah merasa ragu akan adanya perlindungan Allah. Tidak pernah khawatir dengan gelapnya masa depan. Tidak pernah berburuk sangka dengan kesulitan yang dihadapi. Tidak perlu jauh untuk mengambil pengalaman berinfaq. Seorang <span style="letter-spacing:0.1pt;">pekerja muslim di kota Bandung pernah mengalami suatu hal yang luar biasa. Sebagai </span><em><span style="letter-spacing:-0.1pt;">infaqer </span></em><span style="letter-spacing:0.1pt;">sejati ia pernah berhadapan dengan masalah yang berat. Anaknya yang tengah sakit menuntutnya untuk menebus resep. Sementara uang yang ia miliki tidak mencukupinya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Ditengah kebingungan yang sangat, ia mencoba semakin mendekat kepada Allah. Walaupun infaq-infaqnya sejauh ini sederhana, tapi itulah yang bisa ia persembahkan kepada Allah SWT. Kemudian ia masuk ke masjid dan melakukan shalat. Kembali kebingungan yang ia dapatkan. Walaupun bagaimana uang yang ia pegang tidak cukup untuk membeli obat.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Dipuncak kebingungannya ia kemudian menyerahkan segenap urusannya kepada Allah. Ya Allah saya tidak tahu harus berbuat apa dengan uang saya yang tidak cukup ini. Maka saya serahkan semua yang saya miliki ini kepada engkau. Dengan ringan sambil meninggalkan masjid ia masukkan semua uang yang dimilikinya ke dalam kencleng masjid. Seiring dengan menyerahkan semua kegundahan kepada Sang Maha Pengatur segala urusan.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Sedemikian besar keberanian yang kemudian ia miliki. Itu bisa diraih setelah ia menyerahkan segenap apa yang ia miliki kepada Allah. Seiring dengan menyerahkan apa yang akan terjadi dihadapannya kepada Allah semata.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Subhanallah, ditengah keyakinan dan harapan yang besar akan hadirnya pertolongan Allah, ketika ia sampai ke rumah ada seseorang yang datang yang siap membelikan obat yang dibutuhkan.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><em><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.1pt;" lang="IN">Katakanlah: &#8220;Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan&#8221;. Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik­-baiknya. (QS:34:39)</span></em><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Teman kita juga, seorang pekerja muslim di kota Bandung. Sama, ia, juga seorang </span><em><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.1pt;" lang="IN">infaqer sejati. </span></em><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Tidak pernah ia lepas dari berinfaq di setiap kesempatan untuk berinfaq. </span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Sekali waktu ia berhitung-hitung bahwa penghasilannya ternyata tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-harinya. Demi memenuhi kebutuhannya itu kemudian ia merasa pas untuk mengurangi infaqnya beberapa bulan ini.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Namun apa yang terjadi, ternyata selama beberapa bulan ia mengurangi infaqnya itu, selalu ia mengalami kehilangan uang. Belum lagi ia merasa kebutuhannya selalu tidak cukup.</span><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;letter-spacing:0.1pt;" lang="IN">Selalu ada dan ada lagi, kebutuhan yang harus ia penuhi. Infaq ternyata menjaga masa<span>  </span>depan kita. Dan itu tinggal dijalankan dengan tindakan (do). Baru kemudian kita mengerti dan yakin karena berada di atas (up), bebas dan tidak terjepit lagi. Jadi <strong>just doup</strong>!</span></p>
<p><span lang="IN"><font size="3"><font face="Times New Roman"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p></font></font></span></span><span lang="IN"><font size="3"></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p></font></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/error2succes.wordpress.com/24/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/error2succes.wordpress.com/24/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/error2succes.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/error2succes.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/error2succes.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/error2succes.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/error2succes.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/error2succes.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/error2succes.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/error2succes.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/error2succes.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/error2succes.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/error2succes.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/error2succes.wordpress.com/24/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/error2succes.wordpress.com/24/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/error2succes.wordpress.com/24/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=24&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/just-do-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ff68ef46c0c5320582f21284538ef01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">VIQEN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>MENABUNG ATAU BERKABUNG</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/menabung-atau-berkabung/</link>
		<comments>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/menabung-atau-berkabung/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 12:53:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VIQEN</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARADIGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://error2succes.wordpress.com/?p=23</guid>
		<description><![CDATA[            Seorang ibu pekerja garment sempat saya tanya tentang pedapatannya dalam sebulan, kemudian dia menyebutkan 600 ribu sampai satu jutaan kurang lebih. Kemudian saya menanyakan tentang tabungannya setiap bulan sang ibu menjawab boro-boro menabung, kebutuhan sehari-hari saja pas-pasan, apalagi buat menabung. Kemudian saya bertanya lagi, apakah ibu pernah mengalami gaji di bawah itu (600 ribu)? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=23&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></strong></p>
<p><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">            Seorang ibu pekerja garment sempat saya tanya tentang pedapatannya dalam sebulan, kemudian dia menyebutkan 600 ribu sampai satu jutaan kurang lebih. Kemudian saya menanyakan tentang tabungannya setiap bulan sang ibu menjawab boro-boro menabung, kebutuhan sehari-hari saja pas-pasan, apalagi buat menabung.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kemudian saya bertanya lagi, apakah ibu pernah mengalami gaji di bawah itu (600 ribu)? Jawabannya, Ya, pernah. Apakah saat itu ibu merasakan bahwa penghasilan ibu pas-pasan untuk memenuhi kebutuhan ibu? Ya, pas-pasan. Apakah ketika gaji ibu meningkat dari dibawah 600 ribu menjadi diatas 600 ribu sampai satu juta penghasilan ibu tetap pas-pasan? Ya. Pas-pasan.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Bila dengan upah dibawah 600 ribu maka untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari menjadi pas-pasan, tetapi dengan upah yang meningkatpun gaji kita rasanya tetap pas­pasan. Artinya, berapapun besarnya penghasilan kita, sebetulnya akan selalu pas­pasan. Atau dengan kata lain, kita selalu mampu membuat penghasilan kita menjadi pas­pasan dengan kebutuhan kita. Insya Allah.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Yang Penting Nabung</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Siapa yang ga seneng naik gaji. Tentu saja, etos bukannya melarang kita naik gaji dan jangan berharap punya penghasilan yang lebih besar. Tapi masalah kenaikan penghasilan kita adalah perkara keberhasilan dan peningkatan kemampuan kita. Sehingga bila pekerjaan kita berhasil menghasilkan uang lebih banyak, logikanya kita akan dapat penghasilan lebih baik.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kita juga harus ingat; bahwa Allah SWT ketika menanyakan tentang harta kita, Dia bertanya dengan dua pertanyaan, dari mana harta itu diperoleh dan kemana harta itu kau belanjakan. Seyogyanya setiap pengkatan penghasilan yang kita raih, merupakan buah dari meningkatnya kemampuan yang ada pada diri kita dan semakin besarnya kontribusi yang bisa kita berikan.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Baiklah, masalah naik gaji ini bakal jadi panjang ceritanya. Jadi mendingan segitu aza dulu. Sekarang bagaimana jalan keluar untuk kondisi yang sudah ada saat ini. Karena rasa-rasanya, Allah tidak akan gegabah atau salah perhitungan memberikan sesuatu kepada kita, selain karena kita mampu Allah juga ingin memberikan pelajaran kepada kita untuk menjadi manusia yang lebih baik.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kembali kepada pembicaraan kita tentang pas-pasan. Penghasilan berapapun sebetulnya kita bisa pas-pasan memenuhi kebutuhan hidup. Gaji segini pas-pasan gaji segitu pas-pasan. Sebelum naik pas-pasan, sesudah naik pun pas-pasan. Jadi teteup&#8230; Pas-pasan.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Masalahnya ketika gaji segini tidak bisa nabung, ketika gaji naikpun seringkali kita tetap saja tidak bisa nabung. Jawabannya adalah pola hidup konsumtif kita, hal-hal yang sifatnya keinginan dijadikan kebutuhan, maka tidak heran kalau kita mau melirik sejenak ke JL. Sukarno Hatta di depan perusahaan garment di Kota Bandung anda akan melihat begitu banyak orang yang berjualan yang terkadang tidak begitu perlu untuk dibeli oleh pekerja seperti mainan, balon, pakaian, kaos dan sebagainya.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Jadi, Mengapa kita tidak pernah bisa kaya dan sukses, karena kita telah melupakan satu konsep kaya yaitu HEMAT, hemat dengan cara apa, yaitu dengan cara MENABUNG.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Sesunguhnya menabung merupakan salah satu solusi terlama yang di ajarkan orang tua dulu agar terbebas dari ketergantungan dengan pihak lain dalam hal ini berhutang. Namun, yang kerap terjadi, kita ingin bebas merdeka dalam masalah keuangan, tetapi kita tidak mau manahan diri dengan cara menabung, menahan diri dari belanja yang tidak perlu untuk menyisihkan sedikit uang buat masa depan.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Untuk apa Menabung? </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Perlu diketahui oleh kita semua, sesungguhnya Tabungan kita dapat menjamin kehidupan kita dimasa mendatang. Di masa yang akan datang, tidak mungkin kita tetap; mengandalkan tangan kita untuk menghasilkan uang.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Hari ini kita masih mengandalkan tangan kita untuk menghasilkan uang. Suatu saat kita harus mengakui, bahwa fisik kita sudah tidak lagi bisa menghasilkan uang. Tangan sudah lemah, kaki sudah renta, mata sudah tidak jelas, kesehatan sudah menurun, dsb.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kondisi yang digambarkan diatas merupakan bukan sekonyong-­konyong dan tidak bisa terelakkan, tetapi lebih pada tidak tersedianya rencana pribadi yang baik.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Mari kita lihat kondisi keuangan kita saat ini dan kebiasaan kita dalam membe!anjakan keuangan kita. Apakah kita sudah menghargai dan mensyukuri penghasilan yang merupakan berkah dari Allah SWT? Sesungguhnya, sebagai rasa syukur terhadap rizki yang telah diberikan kita harus mengelola pendapatan dan pengeluaran secara baik.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Begitu banyak orang yang mempunyai penghasilan besar tetapi tetap saja tidak mencukupi kehidupan sehari-hari mereka dikarenakan tidak pandai mengelola keuangan rumah tangga. Dan sebaliknya banyak juga, orang-orang yang berpenghasilan pas-pasan tetapi senantiasa mencukupi kebutuhan mereka sehari-hari disebabkan mereka mampu mengelola keuangan keluarga mereka.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Untuk memperbaiki fungsi keuangan kita, harus dilihat dulu fungsi uang, dalam hal ini ada 3 fungsi uang, yaitu transaksi (belanja), Berjaga­-jaga dan Tabungan. Kebanyakan dari kita menggunakan uang untuk satu fungsi saja yaitu Fungsi Transaksi (belanja), sehingga sangat sering kita dapatkan pekerja/buruh menggunakan gaji bulanannya hanya untuk melunasi kredit dan kebutuhan rumah tangga. Dibibir mereka selalu saja terucap kata &#8220;Nggak mungkinlah saya bisa menabung dengan penghasilan segitu-gitunya&#8221; dan itulah kondisi umum masyarakat kita.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Menabung itu Gampang.</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Mengapa Menabung itu begitu sulit kita lakukan? Karena kita tidak&#8221; tahu betapa mudahnya menabung itu dapat kita lakukan.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Misalnya, kita dapat 600 ribu nih bulan ini. Kemudian kita belanjakan ini, belanjakan itu, kebutuhan ini kebutuhan itu, terus saja. Syukur kalau belanja kita sampai 550 ribu berarti ada buat nabung 50 ribu. Kalau belanja kita sampai 600 ribu, ya sudah ga nabung aza. Artinya kita belum pantas menabung. Nanti lagi aza.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kenapa kita tidak berpikir, penghasilan saya 600 ribu, Alhamdulillah. Karena saya harus mempunyai kehidupan yang lebih baik di masa yang akan datang, maka saya harus menabung 50 ribu, supaya dalam setahun saya punya tabungan 600 ribu. Uang ini tahun depan akan saya belikan seekor kambing. Insya Allah satu kambing ini setiap tahun bisa bertambah jumlahnya. Sehingga di masa mendatang saya punya penghasilan yang meningkat.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kemudian segera kita pisahkan di awal ketika baru pertama mendapatkan uang itu. Jangan dikutak-katik sedikitpun. Walaupun godaan datang, walaupun dorongan beli barang semakin kuat, walaupun kebutuhan seolah-olah menjadi sangat perlu. Walaupun ada sejuta alasan untuk mengeluarkannya.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Baru untuk kebutuhan kita sehari-hari kita gunakan uang kita yang 550 ribu rupiah. Cukup ga? Insya Allah cukup. Mari kita belajar untuk merasa cukup. Dan mensyukuri dengan apa yang telah kita raih.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Jadi kalau kita tahu rumusnya, ternyata begitu mudah kita menabung. Begitu uang kita dapat (600 ribu misalnya), ambillah 50 ribu rupiah saja. Kemudian masukan ke dalam tabungan kita. Tidak usah diingat-ingat lagi. Kemudian baru setelah itu kita punya uang 550 ribu untuk kebutuhan yang lain. Gampang kan.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kita juga harus Ingat betapa besar janji Allah yang akan diberikan kepada mereka yang mampu mensyukuri apa yang diterimanya berupa kenikmatan yang ditambah-tambah terus. Dan kita juga harus ingat, bahwa Allah SWT ketika menanyakan tentang harta kita, Dia bertanya dengan dua pertanyaan, dari mana harta itu diperoleh dan kemana harta itu kau belanjakan. Seyogyanya setiap sesen penghasilan yang kita raih, harus kita keluarkan atas ridla Allah. Menjadi pengeluaran harta yang benar-­benar penuh perhitungan, penuh pertimbangan untuk hasil yang penuh manfaat.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Menabung atau Berkabung</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Mari kita ubah cara berfikir kita dari masyakarat yang suka belanja menjadi masyarakat yang suka menabung. Keberhasilan meningkatkan peran uang kita tidak terlepas dari cara kita memandang uang, apakah selamanya untuk belanja atau perlu ada yang disisihkan untuk tabungan sebagai Investasi masa depan kita. Ketika kita mampu mengubah itu maka kita akan menjadi tuan dari uang-uang kita. Kita tidak akan bekerja untuk mencari uang tetapi uanglah yang nanti bekerja untuk kita.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kemudian disisi lain, kurangilah belanja hal-hal yang tidak perlu, karena jika tidak, maka selamanya kita tidak akan mampu mengelola keuangan kita dengan baik. Misalkan saja hal yang tidak perlu itu adalah rokok. Anggap saja anda merokok 1 bungkus sehari. Jika harga rokok itu 5000 rupiah, maka satu bulan anda menghabiskan uang untuk rokok saja sebesar 150 ribu rupiah. Jika gaji anda 600 ribu rupiah, maka 1/4 gaji anda dipakai buat beli rokok</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Tidak hanya itu sebetulnya. Jika ditambah dengan kerugian bagi kesehatan yang semakin memburuk di masa yang akan datang, maka kita harus siap-siap dengan biaya kesehatan di masa yang akan datang yang besarnya lumayan (yang sebetulnya harus kita siapkan dari sekarang, baik bagi yang bukan perokok apalagi yang merokok).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Padahal jika saja uang yang 150 ribu itu anda simpan, maka dalam setahun anda bisa mendapat uang sebesar 1,8 juta. Subhanallah dengan uang itu anda dapat membeli 3 ekor kambing. Dari 3 ekor kambing itu tahun depannya lagi anda bisa mengembangkannya lagi sampai berpuluh-puluh kambing. Diharapkan di masa tua, ketika kaki tangan dan badan kita sudah tidak bekerja lagi, kambing-kambing itu bisa ngasih makan kita, ya ngga?</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Maka perkecillah belanja-belanja kita saat ini dan menabunglah untuk masa depan kita. Insya ALLAH masa depan kita akan sukses. Ada pepatah yang menyebutkan bersusah-susah dahulu, bersusah-susah kemudian, bersusah-susah lagi, dan bersusah-susah lagi, dan jangan pernah berhenti bersusah-­susah agar kehidupan kita masa depan di dunia ini dan di akhirat nanti menjadi makhluk yang mulia.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/error2succes.wordpress.com/23/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/error2succes.wordpress.com/23/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/error2succes.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/error2succes.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/error2succes.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/error2succes.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/error2succes.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/error2succes.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/error2succes.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/error2succes.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/error2succes.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/error2succes.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/error2succes.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/error2succes.wordpress.com/23/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/error2succes.wordpress.com/23/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/error2succes.wordpress.com/23/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=23&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/menabung-atau-berkabung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ff68ef46c0c5320582f21284538ef01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">VIQEN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>APAPUN KERJANYA SEHAT MAKANNYA</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/apapun-kerjanya-sehat-makanannya/</link>
		<comments>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/apapun-kerjanya-sehat-makanannya/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 12:34:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VIQEN</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARADIGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://error2succes.wordpress.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[       Ada Seorang Supervisor datang menemui saya berkali-kali ia mengeluh tentang anggota tim kerjanya yang selalu tidak lengkap. Sebagai seorang Supervisor, setiap hari ia dibikin pusing jadinya. Seolah-olah diatur bergiliran anggota Timnya itu berhalangan hadir. Tentu saja rencana produks yang tetah disusun untuk meraih target menjadi terbengkalai. Setiap hari selalu saja ada operator yang harus [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=22&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">       Ada Seorang Supervisor datang menemui saya berkali-kali ia mengeluh tentang anggota tim kerjanya yang selalu tidak lengkap. Sebagai seorang Supervisor, setiap hari ia dibikin pusing jadinya. Seolah-olah diatur bergiliran anggota Timnya itu berhalangan hadir. Tentu saja rencana produks yang tetah disusun untuk meraih target menjadi terbengkalai. Setiap hari selalu saja ada operator yang harus dipindah-pindah dan diatur ulang agar proses tetap lengkap.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sekali dua kali, masih ia terima sebagai bagian pembelajaran untuk meningkatkan kemampuan menyelesaikan masalah. Sehingga denganhya ia menjadi memiliki lebih banyak<span>  </span>strategi untuk menciptakan keberhasilan line-nya. Namun sampai juga akhirnya kepada titik jenuh harus diselesaikan masalah intinya, yakni adanya ketidakhadiran sebagian anggota timnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ketika dilakukan pengamatan, ternyata faktor terbesar ketidak hadiran itu muncul dari alasan sakit. Hal ini menunjukkan kesehatan merupakan hal yang harus mendapat perhatian dari semua pihak. Terutama oleh pekerjanya itu sendiri guna mendukung timnya dan organisasi perusahaannya agar tetap unggul dan tetap menjadi tumpuan harapan masa depan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Arial;">Makna Kontribusi bagi Pekerja</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Pekerja muslim yang cerdas, berdaya dan handal, Saya mengajak kita semua menyadari, sebagai pekerja, maka kontribusi dari hasil kerja adalah hal penting. Begitu ia hadir ditempat kerja dan bekerja melakukan pekerjaannya dengan balk, maka ia memberikan kontribusi bagi keunggulan perusahaannya. Keunggulan perusahaan inilah yang pada gilirannya memberikan penghargaan kepada kontribusi tersebut. Baik berupa keberlangsungan sumber nafkahnya ataupun berupa hasil lebih yang bisa segera kita peroleh.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sehingga bila seorang pekerja tidak hadir, maka berkurang kontribusinya dan berpengaruh kepada keunggulan perusahaannya. Berkurangnya keunggulan perusahaan tentu saja berdampak kembali kepada semua anggota perusahaan tersebut. Berupa kelemahan perusahaan dalam bersaing dan resiko keberlangsungan perusahaan itu sendiri.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Mengapa demikian? Ya, karena perusahaan disusun dari rangkaian proses untuk menciptakan keunggulan. Ada yang menyusun bentuk proses tersebut agar dijamin menghasilkan keunggulan. Dan kemudian ada yang menjalankannya sampai betul-betul keunggulan itu tercipia Satu proses saja hilang atau tidak hadir dan kemudian diganti oleh orang yang bukan bagiannya, maka akan mengurangi keberhasilan proses tersebut. Ketika itu semua terakumulasi, maka bisa berpengaruh terhadap keunggulan perusahaan secara keseluruhan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Bahkan dengan alasan apapun. Ya, memang dengan alasan apapun. Hilangnya kontribusi itu tidak membedakan apakah ia tidak hadir karena mangkir, karena ada keperluan atau karena sakit sekaliaan. Kontribusi tetap hilang.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Misalnya, disuatu line produksi terdiri atas 25 proses. Suatu saat seorang anggota line­nya tidak hadir karena mangkir. Tentu saja target yang semula 500 potong baju, bisa hanya menghasilkan 480. Atau bahkan bisa hanya sampai 400 potong. Hal itu terjadi karena ada proses yang diganti oleh bukan ahlinya sehingga ada penurunan target. Juga ada kegiatan mempelajari masalah dan mengatur ulang proses sehingga mengganggu penggunaan waktu. Disamping semangat kebersamaan yang bisa mengganggu motivasi kerja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Itu kalau alasannya mangkir, atau bila tidak ada alasan. Sekarang bila alasannya sakit, apakah kondisinya akan berubah. Misalnya kalau ada anggota tim yang mangkir targetnya menjadi 400 sedangkan kalau alasannya sakit, apakah hasilnya bisa kembali 500 lagi? Dengan anggota tim yang berkurang karena mangkir maka line produksi tersebut kesulitan mendapat target produksi semestinya. Tapi, apakah bila anggota timnya itu tidak hadir karena alasan sakit, maka anggota timnya yang berkurang itu menjadi mudah mendapat target. Logikanya ketika anggota timnya berkurang, apapuin alasannya, ia tetap tidak ada dan mengganggu stabilitas line produksi dalam pencapaian target.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Bagi pekerja yang menginginkan kemajuan hal ini akan menjadi perhatiannya. Bukan tidak boleh sakit, atau tidak memberikan perhatian kepada yang sakit. Siapa yang ingin sakit? begitu katanya. Namun dampak ketidakhadiran itu tidak mengenal alasan. Apapun alasannya, tetap berpengaruh kepada keberhasilan tim dan keunggulan perusahaan secara keseluruhan. Sehingga untuk keberhasilan kita bersama, yakni menjadi pekerja yang cerdas, berdaya dan handal yang akan berperan aktif dalam membentuk hubungan industrial (pekerja dan pengusaha) yang harmonis, maju dan unggul, demi tujuan kesejahteraan bersama, kita semua harus ingat, &#8220;makanya sehat!!!&#8221;. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><strong><span style="font-family:Arial;">Makanan dan Pola Makan</span></strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dan pengamatan lebih jauh yang saya lakukan disebuah perusahaan garment terkemuka di kota Bandung, 80% karyawannya makan siang dengan makanan berat (nasi dan lauk pauknya). 70% karyawan membawa bekal dari rumah. Sisanya, diperkirakan membeli makanan berupa, mie rebus, baso, lontong kari, pempek, dll. Alasan membeli seperti itu karena tidak sempat masak /bawa, seadanya saja, atau mengikuti keinginan selera makan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Satu kasus yang ditemukan adanya seorang pekerja yang tidak bisa masuk kerja beberapa hari karena menderita penyakit typus. Setelah diselidiki ternyata kebutuhan makannya hanya dipenuhi oleh mie. Hasilnya typus karena makan me terus.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Penilitian secara nasional yang dilakukan oleh departemen kesehatan untuk seluruh pekerja ternyata 70% pekerja menderita sakit animea. Penyakit ini biasanya ini disebabkan oleh kurang makan dan kurang gizi.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Hal ini menunjukkan, bahwa makanan yang kita makan akan mempengaruhi kesehatan kita. Selera lidah tidak selamanya jadi ukuran yang tepat. Para peneliti telah menemukan banyak penyakit yang datang karena sala makan. Banyak penderitaan manusia yang bisa dihindarkan bila mereka dapat memilih makanan dengan tepat. Salah satu hal yang harus dipertimbangkan dalam memilih makanan ialah apakah makanan yang kita makan tersebut cocok dengan anatomi tubuh manusia. Cocok dengan mulutnya, giginya, perutnya, ususnya, gerakan gerahamnya, cara berkeringatnya, darahnya, air ludahnya, dsb. Maka cari itu semua makanan yang terbaik bagi manusia adalah makanan dalam bentuk atau dihasilkan oleh tumbuhan.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Disamping makanannya, pola makan pun berpengaruh bagi kesehatan. Untuk menemukan permasalahan yang lebih lengkap, pada suatu acara majelis ta’lim pekerja dilakukan pemeriksaan kesehatan. Hasilnya dari 100 orang yang diperiksa, ditemukan 80 orang diantaranya menderita darah rendah. Dari pengamatan lanjutan ditemukan bahwa pekerja cenderung memiliki pola makan yang kurang sehat. Diantaranya tidak sarapan sebelum pergi. Kalaupun sempat sarapan hanya mengkonsumsi gorengan atau roti. Dengan aktifitas pekerjaan yang dilakukan para pekerja maka sangat mudah terjadi KD (kurang darah).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sehingga untuk keberhasilan kita bersama. yakni menjadi pekerja yang cerdas, berdaya dan handal yang akan berperan aktif dalam membentuk hubungan industrial (pekerja dan pengusaha) yang harmonis, maju dan unggul, demi tujuan kesejahteraan bersama, etos mengingatkan, &#8220;makannya sehat!!!&#8221;.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><strong><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Makanan Sehat itu justru Murah</span></span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">&#8220;Penghasilan kita kan ga seberapa, mana bisa mikirin makanan sehat segala.&#8221;. <strong><span> </span></strong>Justru karena penghasilan kita yang &#8220;ga seberapa&#8221; itulah, maka kita harus berhati-hati memperhatikan makanan kita. Sehingga dengan uang yang terbatas kita tetap dapat menikmati makanan yang sehat, bergizi, dan memberikan tenaga buat kita tetap mencari nafkah dengan penuh semangat.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sejauh kita bisa memisahkan antara keinginan dan kebutuhan, maka kita bisa menemukan makanan yang sehat namun murah. Dan bahkan kenyataannya, makanan-makanan sehat itu harganya murah.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sekali lagi asal kita mementingkan kebutuhan daripada keinginan, maka kita akan mengetahui bahwa makanan yang sehat itu malah murah.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Dari penilitian Dr. Per-Olef Astrand terhadap sembilan pembalap sepeda. Ketika dalam tiga hari diberi makanan yang berkadar protein dan lemak tinggi, seperti daging, telur, susu, dsb ternyata mempunyai daya tahan bersepeda sampai dengan 57 menit.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Ketika dalam tiga hari diberi makanan yang berkadar protein dan lemak rendah ditambah karbohidrat, seperti daging, kentang, wortel, sayuran, dsb ternyata mempunyai daya tahan sampai dengan 114 menit. Ketika dalam tiga hari diberi makanan yang berkadar karbohidrat tinggi dan sayuran, seperti nasi, roti, jagung, sayuran, dsb ternyata mempunyai daya tahan sampai dengan 167 menit. Inilah kira-kira yang kita butuhkan.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sehingga ringkasnya, bila sudah ada nasi, sayur-sayuran dan buah-­buahan, maka kita sudah memiliki karbohidrat, vitamin, serta mineral. Tinggal kita memilih proteinnya.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Para ilmuwan telah melakukan penelitian bahwa tempe tidak kalah dengan daging. Vitamin B12 yang dikandungnya lebih tinggi dari daging. Kadar proteinnya mencapai 18.3 &#8211; 21.0 gram. Sementara daging domba, ayam dan sapi berkisar antara 17.1 &#8211; 18.7 gram. Disamping itu kadar kalsium dan karbohidratnya lebih unggul dari daging sapi. <strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Sehingga, sekali lagi, bila kita lebih memikirkan kebutuhan dari pada keinginan, maka kita bisa menemukan makanan yang sehat dan bahkan murah. Tinggal masalah selera yang sifatnya keinginan bukan kebutuhan. Masalah selera bisa kita abaikan demi kesehatan kita saat ini dan masa yang akan datang. Kita bisa berlatih hidup sederhana, ekonomis tapi sehat. Menjadi pekerja yang sehat yang siap mendukung dan bertarung bersama di dalam perusahaan yang semakin sehat, maju dan unggul untuk meraih kesejahteraan bersama. Jadi, &#8220;apapun kerjanya, makannya sehat.&#8221;<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;">Kali ini memang belum menyampaikan semua hal sampai tuntas. Tapi semoga bisa menjadi bahan pemikiran awal berkaitan pentingnya pekerja menjaga kesehatan dan berkaitan makanan yang memberi pengaruh kepada kesehatan. Rasulullah sendiri termasuk orang yang sangat memperhatikan kesehatan dan makanannya. Beliau sangat menjaga pola makan dan cara makan termasuk sangat peduli dengan apa yang di makan. Ingat sebagian besar penyakit yang diderita manusia adalah akibat buruknya sistem pencernaan.<strong></strong></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/error2succes.wordpress.com/22/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/error2succes.wordpress.com/22/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/error2succes.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/error2succes.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/error2succes.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/error2succes.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/error2succes.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/error2succes.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/error2succes.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/error2succes.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/error2succes.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/error2succes.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/error2succes.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/error2succes.wordpress.com/22/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/error2succes.wordpress.com/22/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/error2succes.wordpress.com/22/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=22&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/apapun-kerjanya-sehat-makanannya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ff68ef46c0c5320582f21284538ef01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">VIQEN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DO UP</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/do-up/</link>
		<comments>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/do-up/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 12:32:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VIQEN</dc:creator>
				<category><![CDATA[HOT MOTIVATION]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://error2succes.wordpress.com/?p=21</guid>
		<description><![CDATA[Siapa yang tak kenal ust. Yusuf Mansur. Pembawaan yang khas, terutama berkaitan gaya dakwahnya yang selalu mengangkat cerita nyata di sekitar kehidupannya dan di seputar pengalaman pemirsanya. Ternyata gaya dakwah seperli itu banyak dicontohkan di dalam Al-Qur&#8217;an. Tentu saja, Allah SWT bermaksud menunjukkan bahwa dengan dikisahkannya pengalaman umat terdahulu menjadi pelajaran yang menghujam dan sulit [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=21&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p class="MsoNormal" style="margin:0;">
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></span></p>
<p><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Siapa yang tak kenal ust. Yusuf Mansur. Pembawaan yang khas, terutama berkaitan gaya dakwahnya yang selalu mengangkat cerita nyata di sekitar kehidupannya dan di seputar pengalaman pemirsanya. Ternyata gaya dakwah seperli itu banyak dicontohkan di dalam Al-Qur&#8217;an. Tentu saja, Allah SWT bermaksud menunjukkan bahwa dengan dikisahkannya pengalaman umat terdahulu menjadi pelajaran yang menghujam dan sulit disangkal.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Sekali waktu ust. Yusuf Mansur kedatangan seorang ustadz. Teman yang sudah sering bertemu sebagai teman satu profesi. Temyata kedatangannya kali ini agak berbeda </span><a href="http://sedikit.la/"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;">sedikit. la</span></span></a><span style="font-size:small;"> memohon ust. Yusuf mendo&#8217;akan kelancaran proses persalinan istrinya. Ustadz minta dido&#8217;akan same ustadz. Begitu kali judulnya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Merasa nggak pas, ust. Yusuf menanyakan duduk permasalahannya. &#8220;Bayi di rahim istri ane sungsang:&#8221; Demikian ustadz itu </span><a href="http://sampaikan.la/"><span style="color:windowtext;text-decoration:none;"><span style="font-size:small;">sampaikan. la</span></span></a><span style="font-size:small;"> ingin persalinannya berjalan normal. Makanya minta dido&#8217;akan, gitu <em><span style="letter-spacing:-0.1pt;">dech&#8230;</span></em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Digituin</span></em><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> ust. Yusuf malah balik nanya. &#8220;Bang, eni mah umpama, bayi di rahim istri abang itu sungsang, <em>emang <span style="letter-spacing:-0.1pt;">bakalan </span>gimana</em>?&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">&#8220;Ya, dioperasi stadz.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0.1in 1.3in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">&#8220;Terus ape urusannya kalo mesti operasi?&#8221; </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0.1in 1.3in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">&#8220;Bayarnya aje ampe 9 juta <em>tuh&#8230;&#8221;</em></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">&#8220;<em>Begitu <span style="letter-spacing:-0.1pt;">ya&#8230;Udah </span>gini aja bang</em>, gimana kalau kita beli same infaq. Jadi ustadz infaqin <em><span style="letter-spacing:-0.1pt;">dah </span></em>uang sebesar 9 juta, insya Allah persalinan istri abang lancer, duit kembali.&#8221;</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Digituin</span></em><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> ustadz malah nggak percaya.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.1in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">&#8220;<em>Jangan maen-maen</em>, ini urusan keselamatan istri dan bakal bayi <em>ane</em>.&#8221; </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.1in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Panjang lebar <em><span style="letter-spacing:-0.1pt;">deh </span></em>mereka beradu pendapat. Kesana kemari, ustadz yang minta dido&#8217;akan tetap nggak percaya. Pulang <em><span style="letter-spacing:-0.1pt;">deh </span></em>tuh ustadz. Nyampe di rumah kepikiran terus. Lagian emang ngga tahu mesti ngapain lagi. Bolak balik mikir, akhirnya sampai nyimpulin, &#8220;<em>Emang ngga</em> ade salahnya juga <em>ane ngikutin tuh omongan ustadz</em>, <em>khan ngga</em> ada salahnya kita berinfaq.&#8221; Akhirnya, ustadz ini melakukan apa yang disaranin ust. Yusuf Mansyur. Bahkan ia melebihkannya berinfaq sampai 12 juta.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.1in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Apa kejadiannya. Ternyata pas waktunya melahirkan, si jabang bayi bisa dalam posisi yang benar dan lahir dengan normal. Tidak perlu melalui operasi. </span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.1in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Saking gembiranya ustadz ini <em>ngga</em> terlalu ingat same apa yang dibicarakan sama ust. Yusuf. Tapi pas dia ngitung amplop dari teman-teman dan relasi yang datang nengok, baru ia kaget luar biasa. Ternyata baser amplop yang ia terima jumlahnya tepat l2 juta.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.1in 0 0;"><span style="font-size:small;"><em><span style="font-family:Arial;letter-spacing:-0.1pt;" lang="IN">“Bukanlah kewajibanmu menjadikan </span></em><em><span style="font-family:Arial;" lang="IN">mereka mendapat petunjuk, akan tetapi <span style="letter-spacing:-0.1pt;">Allah-lah </span>yang memberi petunjuk siapa yang dikehendaki-Nya. Dan ape saja harta yang <span style="letter-spacing:-0.1pt;">baik </span>yang kamu nafahkan, make pahalanya itu untuk kamu sendiri. Dan janganlah kamu <span style="letter-spacing:-0.1pt;">membelanjakan </span>sesuatu melainkan karena mencari <span style="letter-spacing:-0.1pt;">keridhaan </span>Allah. Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan <span style="letter-spacing:-0.1pt;">diberi </span>pahalanya dengan cukup sedang kamu <span style="letter-spacing:-0.1pt;">sedikitpun tidak </span>akan dianiaya</span></em><span style="font-family:Arial;" lang="IN">&#8221; (QS.2:272).</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0.1in 0 0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;">Kalau sekedar ingin percaya dan dijadikan main-mainan serta percobaan memang tidak perlu dan tidak benar. Keimanan diperlukan untuk memahami kejadian seperti ini. Kondisi itu lahir dari muraqabatullah yang baik dan terus semakin baik. Jalinan komunikasi sudah tercipta dengan proporsional. Itu semua hadir dari ketakwaan yang tinggi, namun mari berlatih dengan lakukan saja.</span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"> </span></span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/error2succes.wordpress.com/21/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/error2succes.wordpress.com/21/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/error2succes.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/error2succes.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/error2succes.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/error2succes.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/error2succes.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/error2succes.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/error2succes.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/error2succes.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/error2succes.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/error2succes.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/error2succes.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/error2succes.wordpress.com/21/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/error2succes.wordpress.com/21/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/error2succes.wordpress.com/21/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=21&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/do-up/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ff68ef46c0c5320582f21284538ef01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">VIQEN</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>TIM TIME</title>
		<link>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/tim-time/</link>
		<comments>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/tim-time/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 12 Jun 2008 12:30:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>VIQEN</dc:creator>
				<category><![CDATA[PARADIGM]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://error2succes.wordpress.com/?p=20</guid>
		<description><![CDATA[Sungguh kekhawatiran yang luar biasa, ketika harus membandingkan daya serap tenaga kerja di Negara China dengan semakin sempitnya lapangan kerja di negeri ini. Ada 1,5 milyar orang berdiam di China. Mereka dari setiap jenjangnya bergerak merangkak menuju kehidupan yang terus lebih baik. Migrasi besar-besaran dari pedalaman masuk ke lubang-lubang produktif. Memutar mesin-mesin penghasil barang murah [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=20&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><span style="font-size:small;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Sungguh kekhawatiran yang luar biasa, ketika harus membandingkan daya serap tenaga kerja di Negara China dengan semakin sempitnya lapangan kerja di negeri ini. Ada 1,5 milyar orang berdiam di China. Mereka dari setiap jenjangnya bergerak merangkak menuju kehidupan yang terus lebih baik. Migrasi besar-besaran dari pedalaman masuk ke lubang-lubang produktif. Memutar mesin-mesin penghasil barang murah dan mudah laku.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36.9pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Luar biasa. Sangat luar biasa, apalagi bila kita pun menghitung orang China sisanya yang tersebar di negara-negara di luar negeri China. Jimlah mereka bila dikumpulkan akan menjadi satu Negara sendiri. Bahkan terhitung sebagai Negara besar kelima. Biasanya mereka telah mapan, terpelajar dan diandalkan. Melihat negeri China-nya sedemikian menjanjikan, merekapun berbondong-bondong kembali kesana.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36.9pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Bukan itu saja, penyerapan itupun terjadi bagi tenaga-tenaga kerja asing. Berkaitan sebagai strategi alih teknologi dan kompetensi yang dibutuhkan untuk melipat gandakan daya serap. Belum lagi pertumbuhan dari negara-negara penyokongnya, seperti Jerman dan Jepang yang menikmati penjualan surplus dari mesin-mesin industrinya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36.9pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Para pejabat China sendiri berjuang keras membuat pertumbuhan di atas tujuh persen untuk mengeluarkan warga negaranya dari kawasan beban negara ke dalam kawasan produktif. Sponge super serap telah tercipta membawa China diambang kedigdayaan menjadi negara adidaya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36.9pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Pertumbuhan yang mengejutkan itu tengah berlangsung oleh orang-orang China yang dulu sulit diberi makan dan diberi pekerjaan. Sementara itu di sini penganggurannya meningkat terus mencapai 11,1 juta (Maret 2006) ditengah pertumbuhan 5,5%, yang sebenarnya tidak terlalu buruk. Namun hampir bisa dipastikan, semuanya lahir dari rencana pertumbuhan yang tidak melibatkan warganegaranya secara luas. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36.9pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Pertumbuhan yang diraih tidak menghasilkan keunggulan atau bahkan tidak memberikan nilai tambah sama sekali. Karena pertumbuhan tersebut tidak dihasilkan oleh tumbuhnya industri-industri strategis yang diisi oleh pekerja­-pekerja produktif. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:36.9pt;line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Solusi mendasar yang coba ingin disampaikan berkaitan dengan fenomena negara China ini adalah memperbaiki hubungan industrial antara pekerja, pengusaha dan pernerintah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"><strong>Berpikir Sebagai Satu Tim</strong></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Selalu ada luka ketika kita membicarakan membangun industri di negeri ini. Komunikasi antar berbagai pihak, apakah dia pengusaha, pekerja, ataupun pemerintah selalu berujung pada adu argumen tanpa titik temu. Pengusaha takut bisnisnya gagal. Pekerja takut tidak dibayar sesuai harapan. Sehingga nampak terlihat keduanya seperti bertolak belakang dan saling rebutan. Padahal bila kita fahami lebih mendalam tidak demikian adanya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Memang kemudian mata kita melihat pekerja mendemo perusahaan atau pemerintah. Memang kemudian pengusahapun bersikukuh dengan hitung-­hitungannya. Memang kemudian media menjual itu sebagai berita menarik suatu konflik yang panjang dan berefek endemik. Tapi pikiran yang jernih dan hati yang bersih bisa melihat itu sebagai kesamaan yang nyata, yakni keduanya sama-­sama takut. Takut gagal bisnis dan takut dibayar sedikit. Masalahnya ketakutan itu tidak dikemas kedalam langkah-langkah positif untuk saling mengerti dan memahami. Tapi lebih dihayati sebagai drama kepedihan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Mari kita tingkatkan lagi kejernihan pikiran dan kebersihan hati kita tadi. Maka akan kita rasakan, bahwa semua ketakutan itu sebetulnya sama-sama bermuara kepada satu kesepakatan bahwa bisnis yang dibangun tidak boleh merugi, mundur dan bangkrut. Karena itulah sumber masalah untuk semua pihak. Bisnis yang merugi, mundur dan bangkrutlah yang ditakuti pengusaha karena mengakibatkan gagal bisnisnya dan amblas investasinya. Juga ditakuti pekerja karena akan mendapat penghasilan yang mengecewakan bahkan kehilangan pekerjaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Ketakutan pihak-pihak tersebut sebetulnya bermakna keinginan kuat untuk bersama-sama memilki perusahaan yang sehat, maju dan unggul. Kesamaan­-kesamaan tersebut menuntut kita, pengusaha dan pekerja, untuk mulai berpikir sebagai satu tim. Keduanya hadir sebagai dua pihak yang bersepakat dalam agenda-agenda produktif menciptakan kemajuan dan keunggulan. Keduanya bersepakat menjaga lumbung-lumbung produktif yang tumbuh dan menyerap tenaga kerja serta membuahkan produk-produk unggul berdaya saing tinggi. Sehingga menjauhkan kedua belah pihak dari ketakutan yang tidak perlu.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Untuk memulainya diperlukan pekerja-pekerja yang cerdas, berdaya dan handal. Sehingga berputarlah mata rantai solusi ini. Dengan kecerdasannya mereka memiliki sudut pandang menyeluruh terhadap permasalahan dan memiliki visi kedepan yang maju sehingga memiliki kesadaran berjuang dan bekerja sama. Dengan keberdayaannya mereka memiliki ilmu dan kemampuan yang tepat untuk berkarya. Dengan kehandalannya mereka mampu menjadi tonggak-tonggak penentu keunggulan bisnis perusahaannya. Merekalah yang akan siap mendukung perusahaan dan bertarung menciptakan keunggulan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-indent:0.5in;line-height:150%;text-align:justify;margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN">Secara alamiah pekerja andalan ini akan bertemu dengan pengusaha-­pengusaha yang jujur dan memiliki bisnis yang bagus. Mereka akan berkumpul dan berkomitmen merencanakan bisnis dalam jangka panjang dan maju. Dan mereka siap bahu-membahu membentuk bangunan bisnisnya secara konstruktif. Maka terciptalah kerja sama atas dasar saling percaya yang menumbuhkan semangat saling mendukung untuk bertarung menciptakan keunggulan demi keunggulan. Pekerja dan pengusaha, berpikirlah sebagai satu tim.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;"><span style="font-family:Arial;" lang="IN"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"> </p>
<p></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"> </p>
<p></span></p>
<p class="MsoNormal" style="line-height:150%;text-align:justify;margin:0 0 0 -0.9pt;"> </p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/error2succes.wordpress.com/20/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/error2succes.wordpress.com/20/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/error2succes.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/error2succes.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/error2succes.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/error2succes.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/error2succes.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/error2succes.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/error2succes.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/error2succes.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/error2succes.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/error2succes.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/error2succes.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/error2succes.wordpress.com/20/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/error2succes.wordpress.com/20/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/error2succes.wordpress.com/20/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=error2succes.wordpress.com&amp;blog=3959941&amp;post=20&amp;subd=error2succes&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://error2succes.wordpress.com/2008/06/12/tim-time/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/0ff68ef46c0c5320582f21284538ef01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">VIQEN</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
